Tantangan Kita Makin Berat

03/01/2006 | By: admin

Tahun 2005 baru saja lewat, tahun yang ditandai oleh berbagai peristiwa keagamaan yang memalukan dan sekaligus memilukan. Terutama pencideraan terhadap kebebasan berkeyakinan. Agaknya fenomena ini akan berlanjut dan bahkan mungkin akan makin meningkat di tahun 2006 ini. Sungguh memprihatinkan.

Percaya atau tidak terhadap sesuatu yang dianggap sebagai jalan kebenaran dan keselamatan, bukan hanya kini dan di sini tapi terutama nanti dan di sana, dalam kehidupan setelah mati, adalah sesuatu yang sangat pribadi. Sesuatu yang tidak bisa dicampuri dan diatur oleh siapapun termasuk oleh Negara. Kita tidak bisa dipaksa untuk percaya atau tidak. Ini adalah wilayah hati.

Adalah sangat menyedihkan bahwa dalam sebuah Negara yang mencantumkan sila Ketuhanan Yang Mahaesa dan Kemanusian yang Adil dan Beradab, terdapat sebagian warga Negara yang kebebasan mereka untuk berkeyakinan diganggu secara tidak adil dan tidak beradab. Dan sungguh ironis ketika kita merasakan bahwa pihak-pihak resmi yang bertanggung jawab untuk mengawal kebebasan berkeyakinan yang dijamin oleh konstitusi seolah-olah menutup mata dan telinga. Tindakan pemerkosaan terhadap kebebasan berkeyakinan tidak ditanggapi secara serius.

Sungguh mengerikan ketika kita menyaksikan ada sekelompok orang yang dengan petentang-petenteng melakukan perusakan harta benda suatu kelompok yang dianggap menyimpang dan mengusir mereka dari tempat tinggal mereka hanya karena mereka mempunyai keyakinan yang berbeda dengan keyakinan kelompok mayoritas.

Khusus dalam masalah kebebasan berkeyakinan di negeri kita terjadi kemunduran yang memprihatinkan. Perjuangan makin berat. Tapi kita tak punya pilihan lain kecuali melawan segala bentuk ketidakadilan dan ketidakberadaban. (Djohan Effendi)


Beranda  |  Kategori: Esai | Trackback URI


Leave a Reply

  • Category

  • Pengunjung: