Meneguhkan Kebebasan Beragama: Menuntut Komitmen Presiden dan Wakil Presiden Terpilih
22/01/2010 | By: admin
Press Release
Konferensi Nasional Lintas Agama ICRP
Meneguhkan Kebebasan Beragama; Menuntut Komitmen Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Selama dua hari, 5-6 Oktober 2009, Indonesian Conference on Religion and Peace menyelenggarakan konferensi yang secara khusus membahas isu kebebasan beragama. Konferensi ini diikuti oleh 80 orang peserta yang terdiri dari tokoh-tokoh agama dan kepercayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta merumuskan beberapa problem mendasar menyangkut kekebasan beragama sebagai berikut:
Oleh karena itu, peserta konferensi ini merumuskan rekomendasi-rekomendasi sebagai berikut:
Aspek regulasi
- Presiden dan Wakil Presiden terpilih harus segera melakukan evaluasi dan meninjau ulang seluruh regulasi yang menghambat pemenuhan kebebasan beragama agar konsisten dengan konstitusi.
- Presiden dan Wakil Presiden harus memastikan untuk tidak memberikan celah kepada munculnya aturan-aturan yang didasarkan pada agama tertentu, dan yang mendiskriminasi kelompok-kelompok tertentu berdasarkan agama dan kepercayaan.
Aspek Pelaksanaan
- Meminta ketegasan Presiden, Wakil Presiden dan Aparatur Pemerintah dalam mendukung kebebasan beragama untuk setiap warga negara sesuai amanat konstitusi.
- Melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap posisi, eksistensi dan fungsi Departemen Agama.
- Memilih Menteri-menteri dalam kabinet terutama Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pendidikan Nasional yang mempunyai komitmen dalam kebebasan beragama
- Menguatkan kapasitas birokrat di level nasional dan daerah dalam implementasi regulasi yang mendukung kebebasan beragama
- Adanya sanksi yang tegas pada birokrat yang tidak menjalankan fungsinya.
Aspek Masyarakat
- Pada level ini, pemerintahan harus diarahkan untuk mewujudkan pendidikan multikultural sampai ke akar rumput dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk mengembangkan budaya masyarakat yang menghormati dan menghargai perbedaan agar memahami perbedaan sebagai esensi dari kebebasan beragama.
- Pemerintah bersama segenap elemen masyarakat, terutama tokoh agama juga harus menjadikan dialog-dialog antar agama tidak elitis dan melibatkan masyarakat akar rumput yang lebih luas
Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, 6 Oktober 2009
Beranda | Kategori: Siaran Pers | Trackback URI







gk mengerti tentang hak 2 wakil prwsiden, wewenamg.dan fungsi wakil presiden