Ormas Islam Yogya Bubarkan Pertemuan Nasional Gerakan Ahmadiyah Indonesia
14/01/2012 | By: mukhlisin

Ratusan massa gabungan ormas Islam Yogyakarta menggelar aksi menuntut pembubaran Pertemuan Nasioanal Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) Jumat (13/01/2012) kemarin. Atas alasan keamanan, pemerintah kota Yogyakarta beserta aparat kepolisian meminta acara ini diakhiri.
Ratusan massa ini gabungan dari berbagai ormas islam Yogyakarta seperti Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Front Jihad Islam (FJI), Gerakan Anti Maksiat dan beberapa ormas lain. Selepas Shalat Jumat massa ini berkumpul dan bergerak menuju gedung Sekolah Menengah Kejuruan PIRI, dimana pertemuan nasional GAI tersebut dilaksanakan.
Dalam orasinya mereka menuntut pembubaran pertemuan nasional ini karena mereka keberatan dengan pertemuan yang dilaksanakan gerakan ahmadiyah baik Ahmadiiyah Qadian (JAI) maupun Ahmadiyah Lahore (GAI). Bagi mereka keduanya adalah sesat karena tidak mengimani Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul penutup.
“Bagi kita Nabi Muhammad adalah khataman nabiyin. Ahmadiyah Qadian percaya Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi dan Ahamdiyah Lahore percaya Mirza adalah seorang mujadid atau pembaharu. Itu sesat,” kata Abu Haidar saat salah satu massa dari MMI saat berorasi seperti dikutip detik. Lebih lanjut, mereka mengultimatum massa untuk segera membubarkan diri secepatnya.
Atas ultimatum tersebut Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama Kapolresta AKBP Mustaqim dan Dandim 0734 Letkol Ananta Wira menenangkan massa dan berjanji akan meminta panitia untuk membubarkan acara rutin tersebut. Benar saja, setelah itu walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti melakukan pertemuan tertutup kurang lebih satu jam dengan pelaksana kegiatan untuk membubarkan diri dengan alasan keamanan yang sudah tidak kondusif.
Akhirnya, warga Ahmadiyah bisa memahami tuntutan massa tersebut dan merelakan untuk menyudahi acara pertemuan tersebut. “Demi terciptanya keadaan damai saja, kita tidak ingin, katakanlah ngotot segala macam, tidaklah. Ya gimana, mau tidak mau kami sebagai pengurus sudah menyepakati itu, nah sebetulnya kan kami masih punya kesempatan untuk menjelaskan kepada peserta (demonstrasi), tetapi sepertinya sudah kurang kondusif. Dan sekali lagi yang perlu kami tegaskan bahwa demi tercipanya kondisi damai di Yogya, kami mengalah. Sejak tahun 1928, (pembubaran paksa semacam ) ini baru pertama kalinya,” ujar juru bicara GAI Mulyono dalam kutipan VOA.
Sebagian warga Ahmadiyah tersebut akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Yogyakarta saat itu juga setelah massa berdatangan. Sementara sebagian massa dari ormas Islam terlihat masih berjaga-jaga dilokasi sampai benar-benar acara tersebut bubar. [Mukhlisin]
Beranda | Kategori: Harian | Trackback URI





