Pengajian MTA di Kudus Dibubarkan Paksa

31/01/2012 | By: mukhlisin

Pengajian MTA di Kudus Dibubarkan Paksa
Pembubaran pengajian MTA di Kudus. Sumber: hadisatari.com

Ribuan jemaah pengajian Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) yang diselenggarakan di Gedung Ngasirah Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Jawa Tengah Sabtu (28/01/2012) kemarin dibubarkan paksa.  Sejumlah massa mengatasnamakan Gerakan Aksi Damai Anti-MTA meminta penyelenggara segera membubarkan diri.

Acara pengajian dan pelantikan pengurus MTA ini dianggap menyimpang oleh massa yang sebagian besar dari warga NU, seperti GP Anshor, Fatayat, IPNU-IPPNU, PMII Kudus, dan Banser Kudus. Mereka mengatakan ajaran MTA radikal dan menafsirkan Al-Quran seenaknya sendiri.

Informasi dari hadisatari.com, akhirnya pengajian MTA ini dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB, padahal jadwal sebelumnya acara akan berakhir pukul 15.00 WIB. Sekitar 3000 jamaah MTA akhirnya meninggalkan gedung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Menurut pengakuan koordinator aksi Saiful Anas, kehadiran MTA di Kudus menyebabkan konflik dan keresahan dengan masyarakat sekitar. “Pengajian yang dilakukan juga pernah menghujat para kiai. Hal paling fatal, dosa orang yang melakukan tahlil dianggap lebih besar dibanding orang yang berzina. Padahal tahlil sudah menjadi tradisi warga NU,” katanya dalam hadisatari.com

Sementara itu, seperti dilansir Media Indonesia, Rozaq, ketua MTA Kudus menyanggah semua yang disebutkan massa pendemo. “MTA hanya pengajian biasa yang mengajarkan Alquran dan Hadis. Tidak ada yang menyimpang dari ajaran Islam,” katanya seusai membubarkan jemaahnya. [Mukhlisin]


Beranda  |  Kategori: Harian | Trackback URI


19 Komentar untuk “Pengajian MTA di Kudus Dibubarkan Paksa”

  1. FITRI says:

    bapak,sebagai wartawan,seharusnya dalam meliput berita jangan terlalu dilebih-lebihkan.cari dulu sumbernya dengan jelas. sejak dulu MTA dalam menyelenggarakan pengajian itu tidak pernah melebihi pukul 12 siang. maksimal itu pukul 12 siang. jadi ya ngawur kalo bapak menyebut pengajian itu TERPAKSA DIHENTIKAN. padahal memang pengajian tersebut sudah waktunya selesai. dalam mencari berita itu seharusnya disajikan secara real, fakta yang terjadi disana itu apa,ya dijelaskan apa adanya. berita itu bukan karya fiksi. jadi jangan dibumbu – bumbui hal – hal yang tidak nyata atau fiktif. itu bisa menimbulkan fitnah bahkan malah bisa mengadu domba antar umat muslim itu sendiri. mohon koreksinya.
    Untuk warga NU, bila memang ada masalah dan perbedaan pendapat, kenapa tidak dibicarakan baik-baik, kemudian jika tidak ketemu, bisa saling menghormati. kita ini adalah saudara, tauhid kita sama. untuk masalah isu dan fitnah – fitnah yang tersebar mengenai MTA yang menghalalkan anjing, atau MTA melarang tahlilan, kenapa saudara warga NU tidak berTABBAYYUN dulu. bukankah Allah telah berfirnan bahwa apabila kita memperoleh berita dari orang – orang yang fasik kita diminta untuk bertabbayyun dahulu agar kita tidak menimpakan kesalahan kepada saudara kita. Jadi janganlah mudah emosi. dalam hadits nabi juga telah dijelaskan, bahwa sesama muslim itu haram darahnya, haram kehormatannya dan haram hartannya. jadi sesama muslim itu tidak boleh saling menyakiti dan merendahkan harga diri saudaranya.

  2. semangat says:

    Semua acara itu dapat Anda dengar hari ini di internet: mtafm.com. Silakan ikuti paket siarannya. Selamat ketawa-ketawa

  3. Siagam says:

    Kalo MTA emang mau berdakwah jangan lah di tempat yang sudah jadi dan tentram, coba saudara sampaikan itu ke daerah yang masih baru dibuka di luar jawa, sampaikan apa yang menurut anda2 itu benar karena hanya keyakinan anda yang benar, disana masih banyak animisme dll, coba…. pengene kok ngubek2 banyu bening sak enake dewek, kumaha uwing aja….

  4. semangat says:

    I ya ya dakwah ke luar Jawa aja ya. Saya nggak tau juga ya, ada negara atau wilayah yang tanpa agama sama sekali, tapi tampaknya ayem tentrem tata raharjo, kaya lagi. Yang agamanya ada 6 macam, malah korupsi melulu. Saya ngga paham???

  5. semangat says:

    Ada sejumlah orang yang berpendapat agama itu seperti laptop Toshiba Jepang yang spare parts-nya jangan diganti-ganti dengan yang dari RRC atau Taiwan. Kelompok ini biasanya disebut puritan. Sejumlah orang lain berpendapat semua agama itu baik, karena semua baik maka bisa di-merger atau di-akuisisi. Kelompok ini biasanya disebut pluralis. Dua kelompok ini mungkin agak sulit mencapai titik temu pendapat. Gan, tolong kasih komen ya, biar saya paham.

  6. Irfan says:

    Sikap pengecut yang ingin memecahbelah persatuan umat, salah satunya pemilik blog ini.

    Monggo silahkan dengarkan ceramah dari seorang kyai ini. Apakah pantas seorang kyai bicara seperti ini? Silahkan dengarkan dan beri penilaian sendiri.
    http://www.youtube.com/watch?v=VZ57Hc0ClLM

  7. Orang Islam Pasti akan tahu sipa yang buruk siapa yang baik dan siapa yang kafir siapa yang menjadi munafik dengan adanya yg mereka lakukan dikudus adalah bukan umat yang mengamalkan lana-akmaluna walakum akmalaukum karena sesama muslim kalau diluar islam lakum dinukum wali yadin
    tapi apa yang mereka laukan lebih suka mengamalkan QS 4 anisa ayat 61

    • Orang islam Pasti akan tahu siapa yang baik dan siapa yang kafir serta siapa yang menjadi munafik dengan adanya kejadian yang mereka lakukan dikudus adalah sebuah kisah umat yang tidak mau mengamalkan lana-akmaluna walakum akmalukum karena masih sesama muslim kalau diluar islam lakum dinukum waliyadin tapi apa yang mereka lakukan mereka lebih suka mengamalkan ayat Qs 4 anisa ayat 61 secara nyata pilihannya itulah yang menentang islam itu sendiri jadi apa jati dirinya sebenarnya ayat ini yang menjelaskan kedudukan mereka
      jadi …….!
      sopo sing ngajari koyo ngono iku gurune sopo ? nganggo kitab opo ?

  8. M Muhar Omtatok says:

    Ketika ketakutan akan sesuatu yang Beda, maka kita menganggap sesuatu yg beda itu menjadi salah…

  9. muh fatkhussalam says:

    aku senang dengan pengajian mta (bp sukino) namun sayang terlalu mudah untuk mengatakan itu kafir, itu musyrik dan itu bid’ah. kekafiran dan kemusyrikan seseorang hanya allah yang tau, nabi pun melarang untuk menuduh seseorang kafir walaupun dilihat dari tanda2nya kafir.

  10. terjadi begini karena pijakan / landasannya berbeda. satunya memurnikan ajarannya, sementara yg lainnya tidak memurnikan ajarannya. suka ada tambahan……coba pijakan nya sama pasti mudah untuk diajak kompromi……itu tugas para pendakwah untuk menjadi mediasi…..

  11. randy putra says:

    mungkin yang dianggap tempat yang sudah ayem tentrem itu yang disitu ada lokalisasinya tapi tetep “setor” ke penguasa setempat. ada banyak kyainya yang cuman boleh ngaji tapi nggak boleh ngamalin hasil ngajinya. sing penting iso ajur ajer. wayahe ngaji yo ngaji, wayahe bengi maksiat yo ben maksiat sing penting bayar, wayahe korupsi yo korupsi mengko gampang tinggal cari dalilnya yang pas. kalo di pengadilan ada maklar kasus kalo disini ada maklar dalil. bubarin pengajian teriak ALLOHU AKBAR, tapi kalo ada sekumpulan orang judi ama maksiat ehh ndak punya nyali tux bubarin. asal nggak gangguin ketentraman masyarakat, jadi bikin lokalisasi ama tempat khusus judi aja. kan tidak meresahkan. tapi kalo ada pengajian bicara quran hadist eh dianggap meresahkan. ini negeri yang aneh. katanya mayoritas penduduk muslim, ormas islam terbesar nu, presidennya juga pernah dari nu walopun ndak lulus 5 tahun dah dilengserin padahal katanya wali. sekarang malah korupsi menjamur diseluruh lini bangsa ini. yang jadi pertanyaan DIMANA KIPRAH ORMAS ISLAM TERBESAR DI NEGERI INI bro. macan ompong dong, beraninya malah ke sesama orang ISLAM sendiri yang notabene sodara. Ke aliran sesat takut alasan pluralis, ada kasus kristenisasi di pelosok2 eh ndak brani juga dalihnya hak asasi manusia, nabinya sendiri dilecehin eh adem ayem saja tapi kalo kyainya dilecehin marahnya minta ampun. mbok kyai terhormat itu dilantik jadi nabi aja bro, trus bikin kitab sendiri ama nyari tuhan sendiri aja kan enak. bisa bubarin pengajian, bisa ngatain orang islam itu teroris. egh sungguh tragis negeri ini.

  12. IWAN HIDAYAT says:

    Saya SANGAT SETUJU jika MTA dibubarkan karena memang setiap pengajiannya selalu menimbulkan konflik dan meresahkan masyarakat di mana-mana. Dalam setiap dakwahnya Sang Ustadz (pengakuannya) sering dengan mudah mengkafirkan sesama muslim di luar kelompoknya. Saya orang SOLO yang pernah dirayu dan diajak ikut pengajian MTA.

    • semangat says:

      Awal 1980-an saya sekolah SMA Negeri 1 di Solo. Dulu kalo dengar nama Dullah Topel (Abdullah Tufail Saputro, pendiri MTA), orang langsung nganggap dia ekstrem kanan (waktu itu jaman Orde Baru). Tapi beberapa waktu terakhir saya bisa dengar MTA dari radio streaming: mtafm.com. Ternyata pengajiannya tidak “seram” seperti yang saya bayangkan ketika SMA dulu.

  13. IWAN HIDAYAT says:

    Seharusnya SUKINO CS mawas diri mengapa kegiatan-kegiatannya di berbagai daerah( misalnya di Rembang di Purworejo di Kudus dan di daerah-daerah lain)ditolak oleh masyarakat. Kalau ingin dihargai orang lain atau kelompok lain maka BELAJARLAH untuk menghargai orang lain dan kelompok lain. Jangan suka memprovokasi umat lebih-lebih lewat radio yang hanya komunikasi satu arah! Kalo perlu diskusi dengan Ulama yang benar-benar ulama. Dan menafsiri ayat Al Quran jangan ngawur hanya dengan logika otaknya sendiri. PAHAM !!!

    • semangat says:

      Tiap ada topik atau masalah sehari-hari dalam lingkup pribadi dan masyarakat, dicari rujukannya di Quran surat ini ayat sekian atau di Hadits dari ini menurut riwayat Imam ini. Saya kira itu langkah yang sudah pas untuk mencari solusi. Masalahnya memang (karena awam) saya sering tidak tahu mengapa surat itu yang dipilih, bukan yang lain. Bagi orang awam, penjelasan seperti itu ya sudah lumayan. Lumayan ada yang mau beri tahu. Kalo saya belajar sendiri, mungkin lebih kaco lagi. Idealnya, ada ustad lain yang bisa kasih solusi untuk masalah yang sama, sehingga kami lebih paham (tentunya, secara gratis).

  14. IWAN HIDAYAT says:

    ANJING dikatakan HALAL karena katanya di Al Quran tidak ada ayat yang mengharamkan. SAREN (darah yang membeku karena dimasak) dikatakan HALAL karena katanya yang diharamkan adalah darah yang mengalir. KULIT BABI dikatakan HALAL karena katanya yang diharamkan di Al Quran adalah DAGING BABI.
    Ini logika otak ustadz macam apa ?????
    KACAU KALAU BEGINI.

    • semangat says:

      Kalo saya dengar ulang pengajian di mtafm.com (jam 6, jam 14, dan jam 20), ada klarifikasi tentang anjing. Yang bicara saren seperti itu justru kyai lain, bukan MTA. Kalo sentuhan kulit babi, yang bicara memang MTA. Tolong kasih tau dalil2 najisnya kulit babi bila disentuh. Ini penting karena kakak saya dosen peternakan, yang kadang-kadang studi banding ke kandang2 ternak di Kanada, termasuk kandang babi.

  15. Suyanto, ST Pekanbaru says:

    Assalamu alaikum sdr-ku semua…

    Saya warga MTA di Pekanbaru selalu diajarkan untuk Tabayyun dengan berita-berita yang datang…

    Semoga demikian juga sdr-ku yang ada di Kudus

    Wassalamu alaikum

Leave a Reply

  • Category

  • Pengunjung: