Membangun Surga di Bumi

Sebuah tatanan masyarakat ditentukan dari bangunan unit-unit keluarganya. Jika tatanan keluarga tidak harmonis, tidak menghargai perbedaan, diskriminatif  serta penuh konflik akan berpengaruh terhadap individu di dalamnya dan masyarakat disekitarnya. Dan sebaliknya, keluarga harmonis akan melahirkan individu-individu yang bernilai karakter kuat dan toleran yang akan terbawa dalam lingkungan sosial masyarakatnya.

Karena itulah, keluarga mendapat posisi penting dalam perhatian ajaran Islam. Jika dibandingkan dengan hukum Islam yang lain, permasalahan keluarga mendapat perhatian lebih besar dengan pembahasan yang lebih rinci dan mendetail. Karena itu pula lahir berbagai karya yang membahas tentang kehidupan keluarga Islam dengan segala problematikanya. Begitu pula dengan buku yang berjudul Membangun Surga di Bumi ini. Buku karya intelektual muslim(ah) Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A. ini menjadi berbeda dengan buku lainya. Karena buku ini melandaskan segala problematika pernikahan dan kehidupan keluarga dalam bingkai tauhid.

Musdah Mulia yang juga Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) ini setidaknya memberikan 6 prinsip besar untuk membangun sebuah surga di bumi sesuai dengan nilai-nilai tauhid yang diajarkan Rasulullah. Pertama, prinsip kemaslahatan (al-mashlahah). Seperti diungkapkan Ibn al-Qayyim al-Jawziyah, seorang tokoh Islam bermazhab Hanbali, syari’at Islam dibangun untuk kepentingan manusia dan tujuan universal seperti kemaslahatan (al-mashlahah), keadilan (al-‘adl), kerahmatan (al-rahmat), dan kebijaksanaan (al-hikmah).

Kedua, prinsip kesetaraan dan keadilan gender (al-musawah al-jinsiyah). Perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan seharusnya tidak perlu dipersoalkan. Tidak mengapa bahwa kodrat perempuan harus melahirkan, menyusui, mengasuh anak, dan sebagainya. Tetapi faktanya banyak problem baru muncul tatkala jenis kelamin melahirkan ketidakadilan perilaku sosial seperti posisi perempuan yang hanya boleh bekerja dalam wilayah domestik. Disinilah Musdah Mulia menekankan pentingnya memisahkan seks dan gender secara proporsional.

Ketiga, prinsip pluralisme (al-ta’addudiyyah). Setiap orang senantiasa hidup dalam ruang yang plural. Tidak hanya dalam ruang lingkup keluarga besar seperti masyarakat negara, bahkan dalam ruang lingkup keluarga, pluralitas juga dapat berlangsung. Pluralisme adalah sebuah keniscayaan karena manusia dalam fitrahnya memang diciptakan Allah SWT dalam bentuk, rupa, sifat, watak, dan perilaku yang berbeda-beda.

Keempat, prinsip nasionalitas (al-muwathanah). Telah sangat mafhum bahwa negara Indonesia berdiri dan tegak diatas basis nasionalitas (al-muwathanah). Bukan disusun diatas lembar agama tertentu atau suku dan etnis tertentu. Dengan menanamkan nilai nasionalitas dalm ruang lingkup keluarga, Indonesia tidak akan mengenal warga negara kelas dua. Tidak ada diskriminasi agama, suku, geografis, ekonomi, dll.

Kelima, prinsip penegakan hak asasi manusia (iqamat al-huquq al-insaniyah). Hak asasi manusia  adalah hak-hak yang dimiliki manusia karena terberikan (given) oleh Allah SWT. Hak asasi manusia merupakan segi-segi kemanusiaan yang pelu dilindungi dan dijamin terutama hak kaum lemah (mustadh’afin).

Keenam, prinsip demokrasi (al-dimuqratiyyah). Pada prinsipnya Islam dan demokrasi mengandung konsep yang selaras diantara keduanya. Beberapa konsep yang islam dan demokrasi yang perlu ditanamkan dalam keluarga adalah, egalitarianisme (al-musawah), kemerdekaan (al-hurriyah), persaudaraan (al-ukhuwwah), keadilan (al-‘adalah), dan musyawarah (al-syura).

Akhirnya, Buku setebal 374 halaman ini patut untuk dibaca setiap keluarga di Indonesia sebagai kiat menciptakan keluarga yang harmonis, religius, nasionalis dan demokratis. [Muhammad Mukhlisin]

Note: Pemesanan buku bisa menghubungi admin icrp

2.659 views

2 comments

  1. Bagaimana cara pesan buku ini dan yang lainnya, berapa harga masing-masing? Terima kasih

  2. silakan pesan via email mukhlisin@icrp-online.org beserta alamat anda, ada juga beberapa buku gratis yang dapat diberikan secara cuma-cuma untuk perpustakaan lembaga anda. salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

18 − 9 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>