11 Tahun ICRP: Melawan Kekerasan Atas Nama Agama

Indonesia adalah sebuah bangsa yang terbangun di atas struktur masyarakat yang plural, mulai dari suku, ras, etnis, bahasa, adat istiadat, serta agama. karakteristik dasar ini, oleh para founding fathers disematkan dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. Sebuah slogan menyiratkan, Indonesia secara sosio-kultural, terdiri dari berbagai macamsuku bangsa, yang dengan hak kulturalnya masing-masing mengaku berada di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kondisi ini meniscayakan adanya sebuah kehidupan yang jauh dari dominasi identitas tertentu.

Dalam perjalannya, implementasi gagasan Bhineka Tunggal Ika menjadi terhambat karena kebijakan pemerintah yang kurang mempertimbangkan realitas keberagaman yang ada. Padahal, mengingkari pluralisme pada dasarnya mengingkari keberagaman yang ada, menutup pintu terciptanya kerukunan dan dialog antar umat beragama; yang dalam skala lebih besar akan berpotensi mengancam keutuhan bangsa dan negara.

sejak awal berdiri sampai dengan dasawarsa setelah reformasi berjalan, kebijakan (policy) pembangunan agama yang dibuat oleh setiap rezim pemerintahan dalam merespon isu-isu keagamaan seolah tidak pernah sungguh-sungguh tuntas dalam melindungi pluralitas bangsa. Tarik-menarik relasi antara agama dan negara, menjadi persoalan yang selalu menggantung.

persoalan agama dan politik adalah persoalan klise yang tidak pernah tuntas dalam setiap zaman. sejarah menunjukkan, betapa rumitnya mengurai benang kusut politisasi agama. betapapun, kita harus mengakui bahwa politik identitas Islam, naik bersamaan dengan terbukanya keran kebebasan berekspresi. Sentimen dendam sejarah kekalahan dalam sejarah pendirian negara, pembungkaman kelompok islamis oleh sebuah rezim Orde Baru, direproduksi dengan canggih sehingga menghasilkan spirit mayoritarianisme yang menyulap dukungan publik dan elite politik.

Hadirnya buku 11 Tahun ICRP: Melawan Kekerasan Atas Nama Agama ini, mencoba melihat secara komprehensif disertai dengan analisis kritis tentang perjalanan kebijakan pembangunan agama di Indonesia, berbagai polemiknya dalam menjaga pluralitas, harmoni sosial, serta intregritas bangsa. buku ini pun mencoba mengingatkan kita tentang berbagai persoalan terkait kebijakan pembangunan agama di Indonesia yang tak kunjung usai. Selamat membaca

ket: jika berminat memiliki buku ini bisa menghubungi 085711086857 (klisin)

1.990 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

8 − six =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>