sumber: satuharapan.com
sumber: satuharapan.com

GKI Yasmin Dan HKBP Filadelfia Bacakan Proklamasi Kaum Terpinggirkan

Sekitar 120 jemaat GKI Yasmin, Bogor, dan HKBP Filadelfia, Bekasi, memperingati proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan cara yang berbeda. Mereka membacakan teks proklamasi dari Kaum yang dipinggirkan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (17/8/2014).

Sebelum membacakan teks proklamasi tersebut, kedua jemaat bersama Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkepercayaan (Sobat KBB) melaksanakan ibadah minggu yang dipimpin oleh Pendeta Stephen Suleeman. Dalam doa dan khotbahnya, Suleeman mengajak jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia untuk mensyukuri anugerah kemerdekaan yang diberikan Tuhan, seraya mengingat agar setiap anggota jemaat juga menghargai dan menghormati kemerdekaan orang lain, dalam berkeyakinan, beragama dan beribadah.

Dalam kesempatan tersebut mereka juga melaksanakan upacara bendera dan memanjatkan doa lintas agama. Doa dibacakan oleh perwakilan dari Syiah, Pemuda Muslim dari Ansor Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, perwakilan Ahmadiyah dan Katolik dari Mataram NTB, Penghayat Kepercayaan dari Semarang serta Pendeta dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) yang mewakili Kristen Protestan.

Kedua jemaat ini hingga sekarang belum bisa melaksanakan ibadah di gereja mereka sendiri. Mereka terpaksa melaksanakan ibadah di pinggir jalan, di depan Istana Negara. Di hari Proklamasi tersebut, para jemaat berharap pemerintah ke depan dapat mewujudkan sistem pemerintahan yang adil serta melindungi semua warga negara tanpa terkecuali.

Berikut ini petikan proklamasi kaum terpinggirkan yang dibacakan oleh Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia:

Proklamasi Ke-Indonesian dari Kaum yang Dipinggirkan

Kami, jemaat dari dua gereja yang rumah ibadahnya disegel secara ilegal oleh Pemda Bogor dan Pemkab Bekasi secara melawan hukum, yang Presiden negerinya gagal menegakkan Konstitusi dan putusan MA dalam kebebasan beragama, berkeyakinan dan beribadah, yang diperlakukan seperti ini karena dicap sebagai kelompok minoritas di daerah kami masing-masing; yang diintimidasi bahkan disakiti tanpa perlindungan dari negara, menyatakan dengan ini bahwa dalam segala kepedihan dan ketidakmerdekaan kami untuk beribadah di rumah ibadah kami sendiri yang sah sesuai agama dan kepercayaan kami, dalam segala kegagalan negara saat ini untuk menjamin hak kami sebagai warga negara, kami adalah tetap warga negara yang sah dari Republik Indonesia dan mendukung sepenuhnya Proklamasi Republik Indonesia 1945, Pancasila dan UUD 1945.

Hal-hal yang berhubungan dengan segala perbedaan agama dan keyakinan diantara warga negara, seharusnya dikelola negara dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, dalam rumah besar bersama bagi semua yang bernama Indonesia, yang mengakui dan menerima perbedaan sebagai rahmat Tuhan yang Esa; seraya mendesak negara untuk melaksanakan perlindungan hak-hak semua warga negara tanpa kecuali sesuai Konstitusi dan hukum, tanpa diskriminasi, tanpa intimidasi, tanpa pemaksaan relokasi atau pengalihan keyakinan, tanpa diburu dan dianiaya, tanpa diskriminasi dalam administrasi negara, dan dilaksanakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta 17 Agustus 2014

Atas nama Jemaat GKI Yasmin, HKBP Filadelfia serta Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Beribadah lainnya, yang juga adalah warga negara Republik Indonesia.

980 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

2 × four =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>