Politisi PKB : Maman Imanulhaq

Kyai Maman : Perbedaan Keyakinan Harus Dirayakan

Jakarta – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq, meyakini mayoritas masyarakat Indonesia pro-toleransi antar umat beragama. Pria yang akrab dipanggil Kang Maman ini menilai pilpres 2014 menjadi buktinya. Pasalnya, Kang Maman berujar, meski pasangan urut no. 2 digempur isu SARA (Suku Agama dan RAs) Jokowi-JK tetap memenangi pilpres.

“Kemenangan Jokowi menunjukan bahwa kehendak rakyat kita masih berpihak pada ide-ide yang pro toleransi antar umat beragama,” ucap Kang Maman, Selasa (19/8) kala dimintai pandangan oleh redaksi ICRP dan SeJuk di hotel Four Seasons.

Politisi yang telah malang melintang menggeluti dunia toleransi antar umat beragama ini melihat aksi-aksi kekerasan atas nama agama terjadi karena kelalaian pemerintah. “Masyarakat mayoritas diam melihat aksi-aksi kekerasan karena negara diam,” sesal Kang Maman.

Pemerintah, lanjut Kang Maman, semestinya tidak perlu takut menghadapi orang-orang yang mengatasnamakan agama untuk melakukan kekerasan. “Pemerintah dan aparat harus mengambil sikap berdasarkan konstitusi, dan konstitusi kita menjamin keyakinan tiap warga negara,” ujar Maman.

Menyoal masa depan toleransi antar umat beragama, Kang Maman yang juga merupakan pimpinan Pondok Pesantrean Al Mizan Majalengka ini memiliki optimisme pada pemerintahan Jokowi-JK. “Saya rasa Jokowi-JK akan menegakan konstitusi,” katanya.

Meski demikian, Maman berharap Civil Society tidak lelah menyuarakan toleransi antar umat beragama. “Spirit agama untuk perdamaian harus terus didengungkan,” sambung Kang Maman. Jika perlu, lanjut Kang Maman, mesti dibentuk semacam Front Pembela Kerukunan antar umat beragama.

Sebagai anggota dewan di Senayan 2014-2019, Kang Maman berjanji tidak akan berhenti memperjuangkan kebebasan beragama. “Saya yakin pembelaan saya pada kebebasan beragama adalah komitmen saya membela konstitusi,” ucapnya. Dalam membela kebebasan beragama di kancah politik, Maman menuturkan akan menggunakan argumentasi hak-hak warga negara.

Maman meyakini kelak ide-ide kebebasan beragama akan semakin diterima di masyarakat. Menurutnya, ada kesadaran di masyarakat Indonesia bahwa musuh bukanlah orang yang berbeda agama.

Karena itu, ia menyatakan, tidak pernah merasa lelah memperjuangkan kebebasan beragama. “Perbedaan keyakinan harus dirayakan,” tutur Kang Maman.

1.171 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

3 + 2 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>