tokoh agama bicara kesetaraan
tokoh agama bicara kesetaraan

Tokoh Agama Bicara Kesetaraan

Dr. Nur Rofiah menyayangkan munculnya diskriminasi terhadap perempuan dengan menggunakan dalih agama.  Ungkapan ini ia lontarkan pada workshop bertemakan “Pemberdayaan Pemuka Agama untuk Penguatan Hak dan Kesehatan Seksualitas dan Reproduksi” yang diselenggarakan ICRP, di Islamic Center Bekasi, Sabtu (23/8).

“Di beberapa negara Islam, banyak perempuan diperkosa tapi dianggap berzina, karena tidak ada pembedaannya (berzina dan diperkosa),” ucap Rofiah mencontohkan diskriminasi pada kaum hawa. Contoh lain, Rofiah menuturkan terjadi di Nangroe Aceh Darussalam. “Pernah ada fatwa di Aceh, perempuan yang tak pakai hijab boleh diperkosa, pemahaman semacam ini berbahaya sekali,” sambungnya.

Padahal, Rofiah berujar, sejatinya Islam ketika hadir di jazirah Arab berupaya mengikis diskriminasi pada perempuan. “Masa pra islam perempuan tidak dihargai sama sekali, pada masa islam awal ada upaya penguatan posisi dan peran perempuan,” imbuh Rofiah.

Menguatkan argumentasinya, Rofiah menelisik hubungan antara perempuan dan lelaki dalam ikatan suci. “Relasi suami istri tidak didasari atas hegemoni. Di dalam Quran pernikahan haruslah berlandaskan  mawaddah dan warrahmah,” ucapnya.

Adanya diskriminasi pada perempuan, Rofiah yakini, berkaitan erat dengan budaya patriarki yang ada di banyak wilayah mayoritas muslim. Lebih lanjut ia menjelaskan kondisi ini diperburuk dengan masih adanya pengtabuan  pendidikan seksual di masyarakat muslim.

Sementara itu, Romo Hari yang  didapuk sebagai pembicara kedua menegaskan konsep kesetaraan adalah hal yang penting dalam hubungan lelaki-perempuan di Katolik. “Di dalam katolik ada pandangan equality (kesetaraan) antara kedua pasangan, sifat dari pernikahan adalah monogamy dan tak terceraikan. ” kata Romo Hari.

Romo Hari menjelaskan persyaratan yang ketat dalam Katolik ketika pasangan hendak menikah. Salah satu persyaratannya, sejoli yang berikrar dalam ikatan suci tidak boleh memiliki hubungan pernikahan sebelumnya.

Pencatatan berkaitan soal pernikahan, ungkap Romo Hari, merupakan hal yang detail dalam katolik. “Jadi gak ada yang bisa ngaku masih bujang,” imbuhnya sembari tersenyum.

869 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seven + ten =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>