Paus Francis

Sri Paus Diancam ISIS, Vatikan tidak Anggap Serius

Vatikan akhirnya mengeluarkan pernyataan merespon sebuah klaim bahwa Paus Fransis tengah menjadi salah satu target kelompok ekstrim Islamis paling mengerikan dekade ini, ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Senin, Koran Italy’s Il Tempo melaporkan bahwa Sri Paus menjadi salah satu bidikan ISIS. Dalam tulisan ini, mengutip seorang sumber intelijen Italia, menyatakan bahwa Sri Paus – orang yang dianggap sebagai “pemegang kebenaran yang keliru” oleh ISIS – dalam bidikan ISIS.
Kelompok tersebut, lebih lanjut artikel itu memaparkan, kelompok ekstrimis ini tengah merencanakan konfrontasi yang lebih luas lagi dengan melakukan penyerangan pada Itali dan daratan Eropa lainnya.

Meski demikian, Vatikan mengabaikan laporan tersebut.

“Tidak ada hal yang serius berkaitan dengan isu ini,” ucap Juru Bicara Vatikan, Rev. Federico Lombardi pada Catholic News Agency. “Tidak ada kekhawatiran serius di Vatikan. Karena berita ini tidak memiliki landasan,” sambungnya.

Pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi, yang bersama kelompok ekstrimnya itu berhasil merebut wilayah-wilayah Irak dan Suriah, memberikan sebuah pernyataan terror pada Roma menjelang Ramadhan.

“Berdatanglah oh muslim pada negerimu. Ini adalah negaramu. Suriah bukan lah untuk orang-orang Suriah dan Irak bukan untuk orang-orang Irak. Lahan ini adalah untuk muslim, semua muslim,” ucap si khalifah ISIS dalam sebuah rekaman suara yang diposting online dan dilaporkan oleh The Telegraph. “Ini adalah saranku untuk kalian semua. Jika engkau berpegang teguh pada kekahlifahan, maka engkau akan merebut Roma dan memiliki dunia, Insya Allah,” kata Al-Baghdadi.

Awal bulan ini, sebagaimaan laporan CNN, ISIS telah berhasil merebut kota berpenghuni kristiani terbesar di Irak. Kala itu, Sri Paus menyatakan kekhawatirannya terhadap umat kristiani di wilayah itu.

Meski ia tidak mendorong Amerika untuk melakukan serangan udara pada kelompok itu, Paus menyatakan bahwa ISIS harus dihentikan.

“Saya katakan ini : adalah hal yang sah untuk menghentikan aggressor yang tidak adil. Saya garis bawahi : menghentikan. Saya tidak mengatakan bom, membuat sebuah perang, saya menyatakan mengehntikan dengan cara-cara lain,” ucap Sri Paus dalam konferensi pers minggu lalu sebagaimana dilansir CNN.

“Benar ini (cara penghentiannya) harus didiskusikan. Apakah ada sebuah aggressor yang tak adil? Rasanya memang ada. Bagaimana kita menghentikannya?,” pungkas Sri Paus.
(Sumber : Huffingtonpost.com)

1.498 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

14 + 11 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>