Shirley Sotloff, Ibu dari seorang Jurnalis AS yang ditawan ISIS meminta Al-Baghdadi untuk mengampuni anaknya dalam pernyataan di sebuah video

Ingin Anaknya Selamat, Seorang Ibu minta ISIS teladani Muhammad

Ibunda dari Jurnalis asal Amerika yang menjadi tawanan ISIS merilis sebuah video pada Rabu untuk memohon secara langsung pada Al-Baghadadi, pemimpin ISIS, agar anaknya segera dibebaskan.

“Saya menyampaikan pesan ini pada Anda, Abu Bakar Al-Baghdadi, Khalifah ISIS. Saya Shirley Sotloff. Anak saya ada pada kekuasaan Anda,” ucap Sotloff dalam Video yang didapat oleh The New York Times.

“Saya memohon pada Anda untuk menggunakan kewenangan anda agar menyelematkan nyawa anak saya dan mengikuti teladan sebagaimana Nabi Muhammad, yang melindungi Ahli Kitab (Kristiani dan Yahudi),” ucapnya. Ia lebih lanjut mengatakan bahwa anaknya merupakan seorang yang terhormat dan senantiasa membantu yang lemah.

Sotloff, pria berumur 31 satu tahun itu menghilang di Suriah sejak akhir tahun lalu ketika melakukan peliputan. ISIS merilis sebuah video minggu lalu yang menunjukan pemenggalan seorang jurnalis yang diduga James Foley.

ISIS, kelompok yang telah menyatakan berdirinya kekhalifahan telah mampu merebut sebagian wilayah Suriah dan Irak ini, mengancam akan membunuh Sotlof jika permintaan permintaan mereka agar AS (Amerika Serikat) menghentikan serangan udaranya tidak dikabulkan.

“Sebagai seorang ibu, Saya meminta keadilan anda untuk memberikan rasa kasih sayang untuk tidak mengeksekusi anak saya atas hal-hal yang diluar kuasanya,” ucap Shirley. “Saya hanya menginginkan apa yang setiap ibu inginkan : melihat anak-anak dari anak-anak saya. Saya mohon pada anda untuk mengizinkan hal itu saya alami”, sambungnya.

Juru bicara gedung putih, Josh Earnest melaporkan pada awak media dalam sebuah pertemuan singkat Rabu (27/8) bahwa pemerintah akan dengan pasti meminta mereka yang menahan Sotloff untuk melepaskannya. Ia menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan membayar tebusan untuk melepaskan tahanan. Karena, menurutnya, hal ini akan membuat warga negara AS lainnya dalam bahaya.
(Sumber : Reuters.com)

1.064 views

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seven − 4 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>