Prof. Dr. Amin Abdullah menyampaikan orasi ilmiah pada Haul Cak Nur ke-9 di Wisma Antara Jumat (29/8)

Haul Cak Nur ke-9, Amin Bahas Jasa Nurcholish bagi Politik

Jakarta – Berlokasi di gedung Wisma Antara Jakarta Pusat Jumat (29/), Haul Caknur ke-9 dihadiri handai taulan Nurcholish Madjid. Ulil Abshar Abdalla dan Neng Darra Afifah menggiring acara dari pukul 19:00 hingga pukul 21:30. Terlihat wakil presiden ke-6 Indonesia, Tri Sutrisno hadir malam itu. Tokoh-tokoh lintas iman seperti Prof. Magniz Suseno pun nampak hadir meramaikan haul intelektual besar muslim Indonesia ini.

Mengawali acara, istri Nurcholish Madjid, Ibu Komaria Madjid memberikan sambutan. Ibu dua anak yang kerap dipanggil Mbak Omi ini tak lupa menceritakan kisah hidupnya bersama Cak Nur yang penuh suka dan duka.

Selain mengisahkan perjalanan hidupnya bersama Cak Nur Mbak Omi tak lupa membuka memorinya mengenai Utomo Dananjaya. Dalam ingatan Mbak Omi, sosok pria yang biasa dipanggil Mas Tom itu merupakan sahabat yang benar-benar tidak bisa dilepaskan dari perjuangan Cak Nur. “ kita ingat perjuangan Cak Nur ketika masih hidup tidak lepas dari perjuangan Utomo,” ucap Mbak Omi mengapresiasi Mas Tom.

Pada haul Cak Nur kali ini, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Amin Abdullah diberikan kehormatan untuk memberikan orasi ilmiah. Prof. Amin sebelum memulai orasi menyinggung pertemuannya dengan Cak Nur dalam sebuah perjalanan. Cak Nur dalam ingatan rector ke-9 UIN Sunan Kalijaga itu merupakan sosok yang bersahaja dalam hidup.

Pandangan Cak Nur, kata Amin masih relevan hingga kini baik di tataran nasional maupun internasional. Pasalnya, amin menyoroti, permasalahan sentral umat Islam adalah sebagaimana yang menjadi bahasan dalam pemikiran Cak Nur.

Malam itu, Amin tak lupa menyinggung penyelenggaraan pemilu tahun ini. Menurutnya, jasa Cak Nur pada umat Islam di tanah air tak ternilai harganya. Pasalnya, atas gagasan Cak Nur lah tiap pemilu kita tidak berdarah-darah sebagaimana yang terjadi di Timur Tengah hari ini. “Orang-orang di Timteng merindukan pemikiran Islam Indonesia,” ujar Amin mengisahkan.

Amin menilai provokasi politik karena isu SARA di tiap khutbah tidak mempengaruhi signifikan perpolitikan tanah air. “Bayangkan meski di tiap khutbah ada kampanye gelap tapi suasana umat tidak sama dengan isi khutbah sang khatib?” kata Amin. “Demokrasi dan inklusivitas sudah jadi memori kolektif bangsa kita…hati kita sudah meyakini kebhinekaan,” sambung Amin.

Acara haul Cak Nur ke-9 malam itu dipenuhi peserta, beberapa bahkan terpaksa berdiri di belakang karena kursi yang tersedia tak mencukupi. Selain mengundang Amin Abdullah, acara pun dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Fatin Hamama.

1.156 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × two =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>