Tokoh Lintas Iman Titip Pesan untuk Jokowi

JAKARTA, ICRP-ONLINE.ORG – Periode Susilo Bambang Yudhoyono kerap diidentikan dengan menjamurnya kekerasan atas nama agama. Berkali-kali kekerasan terhadap kelompok minoritas di tanah air dibiarkan oleh negara. Bahkan, ada dugaan bahwa pemerintah menjadi aktor yang ikut serta dalam melakukan diskriminasi dan persekusi.

Menyongsong naiknya Joko Widodo menuju merdeka selatan, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Jumat (12/9) mendiskusikan strategi ke depan mengentaskan persoalan diskriminasi bersama tokoh-tokoh lintas iman. Pukul 14:30 ruang diskusi di lantai pertama sudah disesaki para tokoh dari berbagai agama, seperti Frans Magnis Suseno, Romo Hariyanto, H.S. Dillon, Djohan Effendi, Musdah Mulia, Gomar Gultom dan lain-lain.

Sore itu, Frans Magnis Suseno mengingatkan agar para pejuang toleransi dan keberagaman untuk tidak terlena dengan kemenangan Joko Widodo dalam pemilu lalu. “kita jangan terlalu bersukacita bahwa jokowi akan menyelesaikan semua masalah keberagaman,” ucap pria keturunan Austria yang kerap dipanggil Romo Magnis itu.

kepada Musdah Mulia, salah satu tim sukses Jokowi, Romo Magnis menitipkan dua permohonan. Pertama, Ia berharap Jokowi mampu melindungi setiap warga negara agar bisa hidup dan berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Terutama, Romo Magnis menyoroti, hak-hak kelompok yang tidak diakui seperti Ahmadiyah dan Syiah. “Ahmadiyah dan syiah kini hidup dengan penuh ketakutan,” pria yang tak pernah letih memperjuangkan toleransi keberagaman di tanah air.

Hal kedua diharapkan pada kepemimpinan Jokowi dari Romo Magnis adalah agar kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini mendidik kepolisian untuk tidak mentolerir segala macam bentuk kekerasan.

“Jokowi mesti memastikan kepolisian zero tolerance terhadap tindakan kekerasan,” ucap pria berambut putih itu.

Soal membudayakan saling menghargai pada masyarakat, Romo Magnis melihat hal tersebut bukan impossible mission. Pasalnya, kata Romo Magnis, toleransi di masyarakat sudah ada. “Kebanyakan sikap yang diperjuangkan oleh ICRP itu adalah sikap yang di hati kecil masyarakat juga dibenarkan,” ucap Romo Magnis penuh optimis.

Sementara itu, Pak Sudhamek AWS optimis pada pemerintahan Jokowi-JK. Melihat pembelaan Jokowi-Basuki pada lurah Susan, salah satu pengurus yayasan ICRP itu meyakini ada titik terang dalam upaya menegakan konstitusi.

Namun, Sudhamek menekankan pentingnya Jokowi melanjutkan keberaniannya itu pada skala nasional. “jokowi siap gak jadi martir? Kalau dia siap jadi martir banyak maslaah selesai. Jangan berharap semua selesai tapi, saya percaya kalau dia berani, ada titik terang,”

Menurut pengusaha kelas kakap itu, kelemahan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono adalah pada tataran eksekusi. Sudhamek merasa SBY tidak memiki political will untuk menyelesaikan perkara toleransi antar umat beragama. Hal tersebut, dalam pandangannya, kontras dengan sikap politik Jokowi yang menekankan eksekusi kebijakan. “Saya lebih percaya pada Jokowi daripada SBY,” ucap Pak Sudhamek di hadapan peserta diskusi.

776 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

two × 2 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>