interfaith-wedding-ceremony1

Majelis Tinggi Agama: Nikah Beda Agama Diserahkan ke Masing-masing Agama

Jakarta, ICRP – Forum yang menaungi majelis-majelis tinggi agama di Indonesia, Majelis Agama Tingkat Pusat (MATP) menyepakati bahwa persoalan pernikahan beda agama akan diserahkan secara penuh kepada ketentuan agama masing-masing. Sah atau tidaknya pernikahan beda agama di kembalikan kepada ketentuan ajaran agama.

“Kami sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya pemberian izin atau larangan terkait perkawinan beda agama kepada masing-masing agama sesuai ajarannya,” kata Slamet Effendy Yusuf, perwakilan MUI dalam pengumuman Kesepakatan Bersama di kantor MUI, Jumat (12/9/2014), seperti dikutip Antara.

Kesepakatan tersebut dibuat berdasarkan pada kesadaran bahwa pernikahan pada dasarnya adalah sebuah proses kehidupan yang sangat sakral bagi setiap manusia. Oleh sebab itu, harus disesuaikan dengan ajaran agama masing-masing individu yang bersangkutan.

Pernyataan tersebut juga menandaskan bahwa MATP tidak serta merta menolak atau menerima sebuah pernikahan beda agama, karena hak menolak atau menerima adalah hak setiap agama tersebut.

MATP yang terdiri dari MUI (majelis Islam), PGI (majelis Kristen Protestan), KWI (majelis Katolik), PHDI (majelis Hindu), WALUBI (majelis Buddha) dan MATAKIN (majelis Kong Hu Cu) mengadakan pertemuan di kantor MUI untuk membahas mengenai pernikahan beda agama pada Jumat, (12/9/2014).

Pertemuan tersebut juga menyepakati hal yang tak kalah penting, yakni negara wajib mencatat perkawinan setelah agama memberikan status sah kepada sebuah perkawinan.

“Negara wajib mencatat perkawinan yang disahkan oleh agama sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974,” ujar Selamet Effendy Yusuf.

1.331 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

14 − five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>