IMG_9054

Isi Perkuliahan Agama, ICRP Ajarkan Mahasiswa Menulis Reflektif

Menulis adalah aktivitas kehidupan yang kreatif. Dengan menulis kita dapat menjadi orang yang bermanfaat, dikenal banyak orang, apapun profesi kita. Menulis juga media untuk menyampaikan argumen dan opini kita ke publik. Demikian jelas Ahmad Nurcholish, pengajar Religius Studies, saat membuka perkuliahan di depan mahasiswa-mahasiswi Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro, Selasa (16 September 2014).

Ahmad Nurcholish menegaskan, perkuliahan yang dilaksanakan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) dan UPJ tersebut akan banyak melibatkan partisipasi mahasiswa, di antaranya adalah menulis. Oleh sebab itu, pria yang akrab di panggil Nurcholish tersebut memasukkan workshop menulis dalam salah jadwal perkuliahannya. Dalam kesempatan tersebut, tim pengajar mengundang Alamsyah M Dja’far, penulis dan pemimpin majalah Islam moderat, Syir’ah dan Kris Hidayat, jurnalis satuharapan.com.

Alamsyah M Dja’far dalam kesempatan yang singkat tersebut menuturkan, menulis merupakan sebuah proses. Perlu banyak latihan untuk mendapatkan tulisan yang baik. Namun jangan berkecil hati untuk mencoba menulis. Pria yang pernah memimpin redaksi Majalah Syir’ah ini memberikan tips bagaimana menulis reflektif yang baik.

Pertama, tulisan reflektif adalah bentuk tulisan yang dihasilkan dari sebuah releksi dari kejadian tertentu. Sebaiknya ide atau argumen yang dipakai harus valid dan mudah diterima oleh masyarakat. Kedua, argumen yang disampaikan harus memiliki nilai beda dan keunikan. Ketiga, membuat model penulisan yang sesuai dengan target pembaca. Model penulisan ini beragam, seperti model kronologis, masalah dan solusi, model pendirian-dukungan-kesimpulan, pendapat-sanggahan-pendirian, dll.

Sementara itu, Kris Hidayat memberikan tips-tips bagaimana menembus media massa. Selama kurang lebih satu jam Kris menyampaikan, untuk bisa dipublikasikan di media massa, sebuah tulisan harus memenuhi standar kualitas. Standar kualitas dari masing-masing media berbeda-beda. Standar penulisannya secara umumnya adalah  menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Selain itu, tulisan tersebut harus mempunyai nilai berita. Misalnya, memuat kabar sesuatu yang menghebohkan, seperti polah pejabat publik, kenaikan harga bahan bakar minyak beriringan dengan kenaikan gas elpiji, dll.

Kris yang bekerja untuk satuharapan.com juga menceritakan bagaimana proses pembuatan berita di redaksi. Berita di dapat dari berbagai macam sumber di lapangan yang diliput secara langsung oleh seorang reporter. Reporter kemudian memberikan hasil reportasenya kepada editor untuk di edit dan kroscek kebenaran berita. Setelah itu baru akan ditampilkan dalam media yang bersangkutan. Proses edit dan kroscek merupakan proses penting dalam pembuatan berita. Pasalnya, berita tidak boleh mengandung unsur kebohongan atau mengada-ada. Jika demikian terjadi, maka yang akan bertanggung jawab adalah Pemimpin Redaksi.

Workshop ini di sambut baik mahasiswa-mahasiswi. Bahkan, beberapa mahasiswa setelah mengikuti workshop ini mengaku berminat untuk mengembangkan bakat menulisnya.

1.144 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen − six =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>