Foto Bersama tokoh Koptik

Kunjungi ICRP, Tokoh Koptik Mesir Apresiasi ICRP

JAKARTA, ICRP –  Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Selasa (16/9) kedatangan tokoh Kristen Koptik asal Mesir, Abuna Fr. Youhanna Bestawros.  Meski diagendakan acara berlangsung pukul 14:00 namun dari setengah jam sebelumnya, kantor ICRP yang beralamat di Jalan Cempaka Putih Barat XXI no. 34 itu sudah ramai dihadiri beberapa tamu undangan. Menunggu kehadiran Youhana Bestawros, para tamu, yang rata-rata adalah tokoh lintas iman ini, berbincang banyak hal.

Terlambat satu jam dari yang dijadwalkan baru lah Youhanna Bestawros datang sampai ke kantor ICRP. Berpakaian serba hitam dan kalung salib, tokoh koptik itu langsung menyalami satu persatu hadirin yang telah menunggu di ruang diskusi lantai 1 kantor ICRP.

Sebelum acara dialog dimulai, Direktur Pelaksana ICRP, Mohammad Monib membuka pertemuan ini dengan mengilas seputar ICRP. Menggunakan bahasa Arab, Monib pun tidak lupa menyampaikan semangat pendirian ICRP.

Youhanna tidak langsung membahas Mesir. Sebelum itu, lelaki berjanggut putih ini memberikan komentar pada ICRP. “Ini adalah pengalaman pertama kali saya menjumpai sebuah organisasi non pemerintah yang terdiri dari beragama agama dan bertujuan untuk menciptakan perdamaian,” ungkapnya.  Adanya, hal semacam ini, lanjut Youhanna, patut untuk diapresiasi dan disebarluaskan pada dunia.

Usai itu, baru lah tokoh koptik yang mengenyam pendidikan di sekolah katolik ini mengulas soal negerinya. Mesir, kata Youhanna, merupakan sebuah negara yang dalam sejarahnya telah mempelajari multikulturalisme. “Mesir sejak dulu menyambut kehadiran orang-orang dengan peradabannya seperti Yunani, Roma, hingga Islam,” ucapnya. Semua, menurutnya, hidup berdampingan.

“Saya menghabiskan waktu kecil saya di sekolah berbahasa perancis, tapi saya tidak punya masalah dengan umat muslim. saya bergaul dengan umat muslim”, ujar Youhanna mewakili sikap Koptik yang berpopulasi sekitar 20 % dari penduduk Mesir.

Permasalahan di negeri Piramida ini, kata Youhanna, muncul ketika ide-ide radikal menguat. Mereka, kelompok garis keras, berusaha memaksakan pemahaman keagamaan dengan cara kekerasan. Hal ini diperburuk ketika kelompok ekstrimis memenangkan pemilu pada 2012. “Ketika Ikhwanul Muslimin menguasai Mesir, Banyak gereja Koptik yang akan dibakar,” ungkap Youhanna pilu.

Menurut Youhanna, perilaku kelompok ekstrimis di Mesir, bukan hanya menyakiti umat Koptik, tetapi juga menjatuhkan citra Islam. Ia berharap Ikhwanul Muslimin (IM) mampu untuk merenungkan tafsirannya terhadap Islam. “Islam mengajarkan toleransi. ekstrimisme bukan berasal dari Islam. Mereka harus memikirkan baik-baik pemahaman mereka tentang Islam,” ujar Youhanna.

Hadirin nampak antusias mendengar paparan Youhanna soal keadaan muslim dan koptik di Mesir. Kondisi negeri itu memang menarik pasalnya selama jangka waktu tiga tahun saja terjadi tiga pergantian kepemimpinan.

Selain membahas seputar kondisi politik, tokoh koptik itu memberikan pandangannya mengenai pluralisme. Youhanna meyakini tujuan tuhan  manusia berbeda agar saling berbagi dan memahami. Selain itu, ia mengamini ide  bahwa pada dasarnya mempromosikan perdamaian.

Usai Diskusi, peserta berfoto bersama-sama di ruang diskusi ICRP dengan Youhanna Bestawros.

1.789 views

3 comments

  1. ada satu yg salah seharusnya Abuna, bukan Abunda mohon diralat

  2. Saya adalah salah satu umat Koptik di Indonesia, apa yang dipaparkan Abuna Youhanna adalah benar adanya, kami umat Koptik di Indonesia berdoa untuk kedamaian di seluruh dunia, khususnya Indonesia.

    Kyrie Elesion…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

two × 3 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>