Pendukung Ikhwanul Muslimin yang Membela presiden mereka, Morsi

Ikhwanul Muslimin Kian Ditinggalkan Teman-Teman

DOHA, ICRP – Gerakan Islam radikal asal Mesir, Ikhwanul Muslimin, benar-benar dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Bagai “Jatuh Tertimpa Tangga”, Ikhwanul Muslimin setelah tumbang dalam kancah politik dalam negeri, mengalami derita di negeri-negeri tetangga.

Atas desakan negara-negara Teluk, Qatar akhirnya menyerah dalam pembelaannya terhadap Ikhwanul Muslimin. Pada minggu ini Qatar mengusir beberapa tokoh senior Ikhwanul Muslimin dari dalam negeri. Hal tersebut dibenarkan oleh para anggota itu sendiri.  Pentolan Ikhwan, Amr Darrag, memasang video di halaman Facebook-nya yang mengatakan ia meninggalkan Qatar agar tidak mempermalukan negara itu. Ia mengatakan pemerintah Qatar meminta dia dan sejumlah rekannya agar meninggalkan negara itu.

Padahal awalnya,  media kelas kakap seperti Aljazeera, yang berasal dari Qatar, membela habis-habisan Ikhwan saat Morsi digulingkan.  Secar eksplisit pun, Qatar, tidak memberikan sinyal yang sama dengan Arab Saudi maupun Uni Emirat Arab kala itu. Namun, nampaknya tekanan semakin menguat pada Doha.

Seusai ditendang dari Qatar, nasib buruk pun terus berlanjut. Dalam waktu yang juga berdekatan, salah satu pentolan Ikhwanul Muslimin di Yordania diciduk pula.  Kader Ikhwanul Muslimin itu bernama Mohamed Said Bakr. Pria ini menjabat sebagai Dewan Penasihat Ikhawanul Muslimin di Yordania. Berdasar informasi dari pihak berwenang, Said Bakr dikenai hukuman karena diduga melakukan kritik yang tidak pantas pada kerajaan Yordania.

Sebagai informasi, Yordania merupakan salah satu negara yang sedari awal Morsi dijatuhkan tidak pernah sejalan dengan Ikhwanul Muslimin. Meskipun sayap organisasi Ikhwanul Muslimin relatif kuat di negara itu.

Sementara itu, di Britania Raya, meski tidak melakukan pelarangan atas pendirian Muslim Brotherhood, translasi dari ikhwanul muslimin, tapi pemerintahan David Cameron berjanji untuk membatasi ruang gerak gerakan yang didirikan Hasan Al Bana hampir seabad lalu ini. Pasalnya, diduga Ikhwanul Muslimin memiliki afiliasi dan bahkan mendanai gerakan-gerakan teroris di Benua Biru dan Timur Tengah.

Ikhwanul Muslimini (IM) dua tahun belakangan mendapat kesialan beruntun. kelompok radikal ini setelah tumbang dari percaturan politik dengan diusirnya Morsi dari Heliopolis, juga difatwa negara sebagai kelompok teroris.

Selasa (16/9), Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) kedatangan tamu pendeta Koptik asal Mesir. Pada kesempatan itu, ia menjelaskan tentang mengerikannya IM kala berkuasa. Banyak gereja, ungkap tokoh koptik itu, sengaja untuk dibumihanguskan. ketengan di masyarakat begitu kentara. “IM harus berpikir ulang soal tafsirannya terhadap Islam, karena Islam ajaran damai,” ungkap tokoh koptik itu menyayangkan.

Di Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  merupakan partai politik yang terinspirasi dari gerakan itu. Sebagai partai yang mendidik kadernya membenci kebhinekaan? Akankah PKS kelak bernasib serupa?

sumber (kompas.com, okezone.com)

1.100 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three × 4 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>