Sumber: Liputan7.com
Sumber: Liputan7.com

Gereja Diprotes Warga Pamulang, Pendeta Gereja Batak Karo Protestan Urus Izin

Tempat beribadahnya diprotes warga Vila Pamulang, RT 04 RW 16 Pamulang, Tangerang Selatan, Ketua Majelis yang juga pendeta Gereja Batak Karo Protestan, Saminiati Surbati, mengatakan sebelum gereja dibangun, lahan tersebut adalah tempat pembuangan sampah.

“Pada awalnya tempat ini adalah gundukan sampah lalu kemudian kita beli seluas 1.500 meter persegi, dan karena keterbatasan biaya kami (jemaah) urug bersama-sama. Tidak terpikirkan oleh kami akan dibangun perumahan di sekitar gereja, dalam pikiran kami pada saat itu hanyalah bagaimana kita bisa beribadah,” ujarnya.

Pada saat itu, kata Saminiati, pihaknya membeli tanah tersebut dari dr Nunung. Tetapi pihak pengembang perumahan Vila Pamulang juga mengklaim tanah tersebut milik mereka. Saminiati mengatakan pihaknya mengalah dan membeli lagi tanah milik developer tersebut seluas 850 meter persegi.

Saminiati juga mengatakan, sebelumnya pihak gereja sudah berunding dengan Kementerian Agama Tangerang Selatan maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan kami diminta perlahan mengurus izin dari IMB bangunan gereja.

“Kalau dari Kemenag dan FKUB sendiri mengakui kalau kami sudah berdiri lama sebelum ada kompleks Vila Pamulang ini. Hanya izin IMB yang sedang kami urus. Untuk dokumen-dokumen resmi dari awal berdirinya gedung sampai sekarang kita juga ada,” katanya.

Menurut Saminiati, hubungan pihak gereja degan warga sejak 2002 sampai 2013 tidak ada kendala apa-apa. Penolakan warga baru terjadi Februari 2014. “Padahal jemaah Gereja Batak Karo Protestan sendiri ada yang tinggal di kompleks Vila Pamulang,” ujarnya.

Saminiati menambahkan, pada Jumat, 19 September 2014, pihak gereja dan ketua RT 04 Vila Pamulang sudah bertemu dan menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya, Saminiati dan jemaahnya hanya boleh memakai gedung ini pada Ahad dan Selasa dari jam 14.00 WIB-18.00 WIB.

“Kami sangat bingung dan kaget, hari Jumat sudah mengadakan pertemuan dan kami sepakati, ternyata di hari Minggu sudah ada banner di pagar pintu masuk gereja,” katanya.

MUHAMMAD KURNIANTO

1.516 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

7 + eleven =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>