web

PID: Wadah Pemuda Lintas Agama, Pecinta Indonesia

Peace in Diversity (PID), sesuai maknanya, nama ini sengaja dipilih untuk mempertemukan anak-anak muda yang berbeda namun mempunyai semangat tinggi menjaga perdamaian. Yang menggagas kegiatan ini adalah Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), The Wahid Institute (WI), dan didukung oleh Mission 21.

Forum ini akan menjadi ajang bagi pemuda lintas agama untuk saling mengenal, berkomunikasi, serta berbagi informasi terkait aktifitas-aktifitas keberagamaan. Sabtu-Minggu (27-28/09/14) kemarin, sekitar 40-an peserta PID telah melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah ibadah di sekitaran Jakarta.

Beberapa rumah ibadah yang telah dikunjungi adalah Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, Vihara Mahavira, GPIB Tugu, dan Lithang TMII. Semua rumah ibadah tersebut menyambut baik kunjungan mahasiwa lintas agama ini. Para pengelola rumah ibadah pun dengan senang menjelaskan informasi terkait rumah ibadah, seperti sejarah, tata cara beribadah, simbol-simbol agama, dll.

Selain berkunjung ke rumah ibadah, kegiatan ini juga diisi dengan workshop menulis yang difasilitatori oleh Alamsyah M Dja’far (aktivis Wahid Institute), dan Ahmad Nurcholish (aktivis ICRP). Dalam workshop ini peserta mendapat bekal bagaimana membuat sebuah tulisan reflektif yang menarik.

Kegiatan lain dari PID ini adalah live in yang akan dilaksanakan di sebuah pesantren di Bekasi, Jawa Barat. Dalam live in tersebut peserta akan tinggal bersama selama dua hari untuk belajar bersama, berdiskusi, dan sharing pengalaman terkait kehidupan beragama di Indonesia. Live in akan dilaksanakan bulan 24-25 Oktober mendatang.

Beberapa peserta terlihat antusias mengikuti acara ini. Mereka menyatakan, selain mendapatkan teman baru, dalam kegiatan PID ini, mereka merasakan indahnya perbedaan. Perbedaan tidak harus menjadi halangan, demikian ungkap salah satu peserta.

“Kita boleh berbeda, namun tetap damai” demikian ungkap Fawwas, mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra yang menjadi salah satu peserta dalam kegiatan PID.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nur Hidayat, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurut pemuda yang akrab disapa Dayat ini menyatakan bersyukur bisa mengikuti kegiatan PID ini. Pasalnya kegiatan ini dapat memberikan perspektif positif terhadap kemajemukan yang telah menjadi fitrah bangsa Indonesia.

“Dari forum ini saya mengetahui indahnya perbedaan. Saya bisa mengetahui kegiatan sahabat-sahabat saya yang berbeda agama. Melihat ke dalam gereja, menelisik vihara, dan lain-lain” ungkapnya.

“Kegiatan ini bukan pendangkalan aqidah. Justru semakin menambah keyakinan saya. Tuhan sangat luar biasa, menciptakan makhluknya dengan sangat beragam dan indah” tegas Fatmau Utami Jauharoh, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.272 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

4 × 2 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>