Warga Australia Danai Terorisme

MELBOURNE, ICRP – Pihak keamanan Australia kembali melancarkan operasi dalam upaya memerangi terorisme di wilayah Melbourne. Kali ini, kepolisian negeri Kanguru berhasil menciduk  seorang lelaki berumur 23 tahun. Diketahui, pria itu  berbincang dengan warga negara Amerika Serikat via sosial media dan mendanai orang tersebut untuk pergi berjihad ke Suriah. 

Dalam penggerebekan tersebut terduga teroris itu tidak kurang dari 100 polisi diterjunkan.

Penggerebekan itu dilancarkan setelah dua minggu tersebarnya rencana Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) membuat Film Pemenggalan di Sydney

Pihak keamanan melaporkan penggerebekan pagi di Melbourne difokuskan pada sos0k Hasan Al Sabsabi. Pria berumur 23 tahun itu kini dituntut atas tuduhan medanai dua kelompok teroris yakni ISIS dan Al-Nusra senilai 12.000 Dollar Australia. Bahkan berdasar temuan, Hasan berencana untuk mengirimkan kembali dana ke para jihadis di Suriah.

Hasan dikabarkan telah menikah dan bekerja di sebuah toko pizza di Melbourne.

Tetangga Hasan, Herve Du Buisson Perrine, meyakini bahwa keluarga Hasan berasal dari Lebanon. “Saya benar-benar kaget,” ucap Herve pada The Age. “Ia (Hasan) merupakan orang yang ramah, Ia benar-benar orang yang ramah pada saya,” sambungnya.

Hasan diduga mentransfer uang antara 1 Maret hingga 11 Agustus untuk mendanai seorang warga negara Amerika Serikat berangkat ke Suriah untuk berjihad selama beberapa bulan.

Polisi menuturkan kedua orang berjumpa di sosial media. Diyakini kasus ini adalah kali pertama seseorang mendanai orang lain untuk pegi dan bejihad.

“Tidak ada informasi yang menunjukan bahwa orang ini (Hasan) terlibat dalam rencana penyerangan,” ujar asisten komisioner Neil Gaughan, dari Kepolisian Federal Australia.

“Kami melaksanakan operasi  sepagi mungkin hari ini karena kami mengetahui bahwa dana akan ditransfer ke warga negara AS itu di Suriah,” sambung Neil.

“Ini adalah kali pertama dala kasus terorisme kami sadar bahwa ada warga negara Australia yang mendanai atau membayar seorang warga negara lain untuk bertempur ke Irak dan Suriah,” katanya.

Sebagai informasi lebih dari 60 orang warga negara Australia diyakini terlibat dalam pertempuran di Irak dan Suriah dan lebih dari 100 orang mendanai para ekstrimis di kawasan Timur Tengah. 

(Sumber : The Telegraph.co.uk)

804 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

19 − two =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>