Perempuan berkerudung meminta dihilangkan diskriminasi

Di Uwak Sam, Cara Berpakaian Masih Dipermasalahkan

Di Indonesia kasus Bank Syariah yang mengharuskan pegawai perempuannya mengenakan kerudung merupakan hal yang diskriminatif. Karena secara tidak langsung menihilkan perempuan yang tak mengenakan kerudung untuk menjadi pekerja di Bank Syariah.

Meskidemikian Persoalan diskriminasi karena persoalan agama dalam bukan khas pada dasarnya dari dunia muslim saja.  Hal serupa juga terjadi di negara maju seperti Amerika Serikat.

Kali ini, Mahkamah Agung Amerika Serikat setuju mendengarkan kasus yang menuding sebuah Toko Clothing bernama Abercrombie & Fitch melakukan tindakan diskriminasi. Diduga, Abercombie & Fitch menolak untuk merekrut perempuan muslim yang mengenakan kerudung.

Gugatan yang disampaikan oleh Komisi Kesempatan dan Kesetaraan Kerja Amerika Serikat (EEOC) menduga kuat bahwa Samanta Elauf tidak diterima bekerja di Abercombie & Flitch karena ia menggenakan kerudung.  “kebijakan penampilan” perusahaan itu mensyaratkan karyawan untuk melepaskan simbol-simbol keagamaannya.

Elauf diinterview di Toko perusahaan Abercombie di Oklahoma pada tahun 2008 untuk menempati posisi sebagai seorang model.  Saat melamar sebagai pekerja paruh waktu, Ia masih berumur 17 tahun.  Manajer Rekrutmen, Heather Cooke, mewawancarai Elauf dan pada awalnya memberikan penilaian bahwa perempuan muslim itu layak untuk diterima bekerja.

Elauf mengenakan hijab hitam selama tahap wawancara. Ia merupakan seorang muslimah yang  mengenakan kerudung sejak berumur 13 tahun.

Tetapi, setelah berkonsultasi dengan manager wilayah, Cooke memberikan penilaian buruk pada Elauf perihal kategori  tampilan dan gaya berpakaian karena secara spesifik mempertanyakan kerudung Elauf. Manager wilayah itu menyampaikan pada Cooke bahwa pekerja dilarang untuk mengenakan “tutup kepala” saat bekerja. Maka manajer berusia 23 tahun itu menolak untuk merekrut Elauf. Meskipun Cooke melaporkan pada manager bahwa Ia menilai Elauf mengenakan kerudung karena alasan beragama. Cooke  menyampaikan pada manager bahwa selama interview sebagaimana tertuang dalam pedoman EEOC, Ia tidak pernah mempertanyakan persoalan agama.

Kasus ini berkaitan pada apakah para pekerja mesti secara eksplit memberitahukan calon majikan mereka ihwal kebebasan untuk menunjukan religiuisitas dalam hal ini adalah cara berpakaian. Abercombie beralasan bahwa Elauf tidak secara spesifik meminta  pengecualian (mengenakan kerudung). Dan Ia, kata pihak Abercrombie, tidak menyatakan keharusan menggunakan kerudung. Meskipun para manajer menganggap Elauf mengenakan kerudung demi alasan-alasan keagamaan.

“adalah hal yang tidak diragukan lagi bahwa Samantha Elauf tidak memberi tahu pihak Abercrombie bahwa kepercayaannya mengharuskan dirinya mengenakan kerudung saat ia bekerja.  Sudah jelas pula bahwa seorang majikan harus memiliki pernyataan aktual soal kewajiban beragama pelamar kerja bertentangan dengan persyaratan yang diajukan oleh perusahaan,” kata  pengacara perusahaan beralasan.

Sementara itu, EFOC beralasan bahwa jika “pemahaman aktual” dari keyakinan pelamar kerja disyaratkan oleh perusahaan maka hal itu akan mendiskriminasi para pelamar kerja .

“Dengan kepemilikan data aktual itu, seorang majikan bisa saja mendiskriminasi pelamar kerja karena praktik-praktik  yang dianggap majikan yakini sebagai soal keagamaan. Sejauh  majikan tidak memiliki ‘pemahaman aktual soal kebutuhan untuk mengakomodasi religiusitas…terbuka ruang untuk melindungi diri dari diskriminasi karena soal agama,” ucap pengacara untuk EEOC.

Kasus ini bukanlah kali pertama yang dilayangkan pada Abercrombie & Flitch.

Persoalan serupa juga pernah dirasakan peremuan muslim lainnya bernama Halla banafa. Kala itu ia melamar pada tokoh anak-anak milik Abercrombie di California. Saat diwawancara Halla ditanyai mengenai kerudungnya lalu tidak diterima. Abbercrombie beralasan bahwa mengakomodasi jilbab Banafa akan mempersulit bisnis perusahaan mereka.

(sumber The Guardian)

1.196 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seven − one =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>