Mesjid Istiqlal

Wow, Per Hari 270 Wisatawan Mancanegara Kunjungi Istiqlal!

JAKARTA, ICRP – Dalam kunjungan mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) ke Mesjid Istiqlal bersama Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), terlihat turis mancanegara berkeliaran. Para perempuan berambut pirang itu menggunakan baju tutupan longgar bermotif batik. Sebagai sebuah rumah ibadah umat muslim, Istiqlal ternyata memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

“Tiap hari minimal ada 270 turis asing yang hadir ke Istiqlal,” ucap Pak Didik pemandu wisata mesjid kebanggan Republik Indonesia ini.

Sementara itu per bulannya, tutur pak Didik, tidak kurang dari 4000 wisatawan dari 23 negara mengunjungi Mesjid buatan  Frederich Silaban itu. Ternyata benar apa yang dikatakan Pak Didik. Dalam daftar wisatawan yang disimpan di ruang tunggu, tertulis wisatawan mulai dari Jepang, Korea, Belgia, Amerika Serikat dan lain-lain mengunjungi Istiqlal

“Paling banyak kalau dari wilayah Asia itu ya dari China dan Korea, sementara dari Eropa paling sering Belanda dan Perancis,” kata Didik,

Penasaran, Direktur Eksekutif ICRP, Mohammad Monib pun mengajukan sebuah tanya, “kalau turis dari Arab bagaimana pak,? apa sering kesini?,” tanya Monib penuh ingin tahu.

“Lha kalau orang Arab kan ke Puncak pak,” cetus Pak Didik tertawa.

Pak Didik pun bercerita lebih jauh lagi soal kunjungan wisatawan asing. Menurutnya, para wisatawan asing ini sengaja datang langsung ke Istiqlal. “Bukan cuma bule dari jalan jaksa lho pak,” ujarnya. Mereka, lanjut Didik, mengaku merinding kala memasuki mesjid Istiqlal. “Mereka pada bilang kalo gak ke Istiqlal belum sah ke Jakarta,” sambungnya.

Sebagai informasi, Jalan Jaksa di Jakarta Pusat memang dikenal tempat tinggal orang asing yang menetap di Ibu kota. 

“Para wisatawan suka sekali melihat Dome, bedug, dan menara,” kata Didik. Bahkan, kalau terlewat satu saja, papar Didik, para wisatawan enggan pulang. “Lho kalau di internet saya lihat bedug-bedugnya,” ucap Didik meniru para wisatawan yang pasti mengeluh kalo tidak melihat bedug.

Jumlah 4000 wisatawan perbulan dari mancanegara, kata Didik, adalah ukuran yang luar biasa. Pasalnya, jika dibandingkan dengan beberapa museum, kunjungan wisatawan asing ke Istiqlal jauh lebih banyak. “Padahal kami tidak mengiklankan Istiqlal seperti tempat pariwisata lainnya lho pak,” imbuh Didik dengan bangga.

1.305 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

one × five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>