Dr. Ayaz dan Direktur Eksekutif ICRP, Mohammad Monib

Tokoh Toleransi Interasional : ” Semangat Cinta dan Perdamaian ada di Semua Agama”

JAKARTA, ICRP – Ketua International Human Rights Commitee, Dr Iftihar Ayaz OBE menekankan pentingnya setiap umat beragama untuk memaknai tujuan Tuhan menciptakan manusia.  Dr. Ayaz meyakini Tuhan menciptakan manusia dengan cinta.

” Ia (Tuhan) ingin manusia hidup dengan cinta dan menyebarkan cinta, bukan dengan saling berperang,” ucap pria asal Inggris itu di acara diskusi “Minority and Human Rights Indeks in Indonesia” di Sekretariat Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Jumat (10/10).

Perdamaian dan cinta, ucap direktur world media forum international itu, ada di ajaran semua agama.  Pasalnya, tak ada utusan Tuhan yang ditugaskan untuk membenci atau membunuh orang lain. Karenanya, Dr. Ayaz mengidenfikasi adanya kecenderungan kekerasan dalam umat beragama didorong dari sifat serakah manusia.

Salah satu bentuk keserakahan manusia, ungkap Dr. Ayaz, terlihat dari cara merengkuh kekuasaan.

Apa yang terjadi dalam dunia muslim kontemporer, Dr. Ayaz sadari, sebagai konsekuensi dari adanya keserakahan. ” Ada kelompok yang terus tumbuh dan berpikir bahwa islam harus terus membesar dengan menduduki posisi tertinggi dalam hirarki,” imbuhnya,

“Sayangnya, bukan lewat jalan penguasaan terhadap pengetahuan, malah lewat kekerasan pembunuhan. Ini sangat menyedihkan,” sambung pria berkopiah hitam itu.

Makin tumbuhnya kelompok itu, ucap Dr. Ayaz, merupakan tantangan bagi para pemuka agama. Penerima Alfred Einstein Nobel Medal for Peace ini menyatakan upaya mendorong toleransi antar umat beriman di dunia perlu dikembalikan kembali pada ketuhanan.

“Sebagai orang beriman apapun agama anda, satu hal yang penting dipahami, kita semua adalah ciptaan Tuhan, apapun nama Tuhan kita. Tak ada yang menyangkal hal ini” ucapnya.

Kenyataan ini, lanjut Dr. Ayaz, harus menjadi landasan bagi kita untuk mendorong toleransi antar umat beragama.

Dalam konteks Indonesia, Dr. Ayaz menyoroti Pancasila. “Bagi saya Pancasila adalah esensi dari semua agama,” katanya. Karena itu, Ayaz, melihat para aktivis lintas iman di Indonesia memiliki modal yang kuat untuk terus memupuk semangat perdamaian antar umat beragama.

“Saya senang berkumpul dengan Anda di sini. Agama menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan manusia,” ucapnya. Menurutnya, mendorong toleransi antar umat beragama adalah cara kita menghormati agama itu sendiri.

1.899 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

15 − 15 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>