Diskusi Titik Temu NCMS
Diskusi Titik Temu NCMS

Romo Magniz: DPR Harus Belajar Keindonesiaan Dari Cak Nur

Jakarta, ICRP – Rohaniwan Katolik Romo Frans Magnis Suseno menyatakan kekaguman terhadap sosok pemikir Almarhum Nurcholish Madjid atau yang akrab disapa Cak Nur. Bagi Romo Magnis, Cak Nur adalah guru bangsa yang mengajarkan nilai-nilai luhur keislman sekaligus keindonesiaan. Hal tersebut diungkapkan Romo Magnis saat memberikan materi pada peluncuran sekaligus diskusi buku “Cak Nur, Sang Guru Bangsa” karangan Muhamad Wahyuni Nafis, Kamis (16 Oktober 2014).

“Cak Nur adalah intelektual murni yang sangat serius mendalami keilmuannya” ungkap Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara ini. Lebih lanjut, Cak Nur dianggap sebagai seorang intelektual yang kontinu menelurkan pemikiran-pemikiran keislaman, keindonesiaan, demokrasi, dan kemodernan.

Ide-ide Cak Nur sangat relevan dengan keadaan yang terjadi belakangan ini. Bagi Romo Magnis, Cak Nur akan bersuara keras jika melihat suasana demokrasi yang terjadi belakangan ini, terutama melihat kondisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekarang.

“Dari dia (Cak Nur)kita belajar membuat oposisi. Cak Nur tidak hanya menegaskan pentingnya oposisi, tapi oposisi harus bertujuan positif jadi tidak destruktif” lanjutnya, “Suatu oposisi yang berdasarkan dendam balas dendam itu sesuatu yang ditolak oleh Cak Nur. Itu tidak sesuai dengan keindonesiaan dan mungkin tidak sesuai dengan agama Islam” tegas Romo Magnis.

Buku yang ditulis langsung oleh murid kesayangan Cak Nur ini disambut baik oleh Romo Magnis.

“Dari buku ini kita dapat petunjuk bagaimana berdemokrasi yang baik” pungkasnya.

 

984 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three − one =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>