Acara Penyemaian Keberagaman di Media dicekal kepolisian Yogyakarta

Kepolisian Yogyakarta Lebih Akomodasi FUI Daripada Perdamaian

YOGYAKARTA, ICRP – Setelah beberapa bulan lalu melarang ibadah sebuah aktivitas umat Kristiani, kembali kini pihak keamanan DI Yogyakarta melakukan hal serupa. Atas desakan kelompok radikal, Kapolres Kota Yogyakarta Kamis (23/10) mencekal acara “Pelatihan Pembaca kritis Media: Bermedia untuk Perdamaian”.

Acara yang diinisiasi Lembaga Kajian islam Sosial (LKiS) dan Combine Resource Institution itu pada awalnya akan dilaksanakan di Balai Ajiyasa Jogja nasional Museum, Jumat (24/10). Acara ini tidak mendapat halangan ketika direncanakan. Namun, berdasar surat no. pol 53/X/2014/Intelkam,  tiba-tiba acara yang bertujuan menyemai semangat keberagaman ini dibatalkan kapolres kota Yogyakarta.

Berdasar salah seorang sumber, diketahui sebelum surat resmi dari kapolres itu dilayangkan ke pihak panitia ada SMS ancaman yang berasal dari Forum Umat Islam (FUI) Yogyakarta. SMS itu menyatakan ancaman jika acara tersebut tetap dilaksanakan. Akhirnya, lagi-lagi kepolisian alih-alih mengamankan acara malah mencekal tiap acara pro keberagaman.

Ini isi sms dari FUI

Bismillah..

Undangan kepada semua Laskar Islam dan Masyarakat Muslim untuk memantau jalannya acara LKIS melek media menanggulangi konten negatif fundamentalisme agama di dunia maya (judul mereka ganti, tapi materi pasti tetap sama)

acara ini akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 24 Oktober 2014 pukul 09.00-12.00 wib di Balai Ajiayasa Jogja Nasional Musium Jl. Prof. Ki Amri Yahya No. 1
Gampingan, Wirobrajan Yogyakarta

Kumpul di Mako Ngabean jam 08.00, kita akan ke lokasi untuk memantau jalannya acara, sekecil apapun indikasi mengolok olok Islam, kita seret penyelenggara untuk bertanggung jawab.

Setelahnya kita Jum’atan di Masjid Uswatun Khasanah Ngabean kemudian kita ke Polres untuk Memprotes pemberian ijin acara tersebut.

Kobarkan Perlawanan terhadap acara acara Biadab ini, berkedok apapun, niatnya adalah Propaganda terhadap kaum Muslimin, Sejatinya mereka sendiri yg menebar kebencian dengan terus-terusan menyelenggarakan acara semacam ini.

Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil..

Semoga Allah SWT selalu Memenangkan Perjuangan kita dan Menguatkan Persatuan diantara kita.

Barakallahufiikum..

FORUM UMAT ISLAM DIY

Pengampu Filsafat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Rocky Gerung tahun 2010 menyampaikan sebuah pidato kebudayan di Taman Ismail Marzuki. Ada poin menarik yang disampaikan oleh Rocky Gerung.

Ia menyatakan dewasa ini, pihak keamanan dan pemerintah lebih suka berdamai dengan Repulic of Fear daripada Republic of Hope. Karena, Rocky menduga, pemerintah berusaha untuk mengeksploitasi data-data statistik daripada membela konstitusi.

Apakah rezim Joko Widodo berani untuk tegas membela kebhinekaan dan konstitusi?

1.557 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

six − 2 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>