Menteri Agama Lukman Hakim
Menteri Agama Lukman Hakim

Dua Kasus Harus Diselesaikan Menteri Agama

Jakarta, ICRP – Lukman hakim Syaifuddin menjadi satu-satunya menteri incumbent yang dipilih presiden Joko Widodo untuk mengisi jabatan menteri agama dalam kabinet kerjanya. Presiden Jokowi menilai selama menjabat sebagai menteri agama, Lukman Hakim Syaifuddin telah memberikan nuansa perubahan dalam tubuh kementrian yang menaungi agama-agama di Indonesia ini.

Kalangan pegiat toleransi dan kebebasan beragama menyambut baik hal terpilihnya putra KH Syaifuddin Zuhri tersebut. Wakil Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos salah satunya. Menurut Tigor, ke depan, Lukman Hakim harus fokus untuk menuntaskan kasus-kasus intoleransi dan pelanggaran hak kebebasan beragama di Indonesia. Ada dua persoalan yang harus diselesaikan segera oleh Menteri Agama, yakni kasus GKI Yasmin dan Ahmadiyah Lombok.

“Dua kasus yang perlu menjadi model pertama adalah kasus Gereja Yasmin di Bogor dan pengungsi Ahmadiyah di Lombok yang sudah terkatung-katung hampir 9 tahun. Kalau dua kasus ini bisa diselesaikan dalam 100 hari, itu akan memperlihatkan bagaimana komitmen pemerintahan Jokowi terhadap masalah kebebasan beragama,” ujar Bonar seperti dikutip Portalkbr, Senin (27/10).

Hingga saat ini, jemaat GKI Yasmin belum bisa melaksanakan ibadah di gereja mereka sendiri karena gereja mereka disegel oleh Walikota Bogor. Padahal GKI Yasmin sudah memenangkan persidangan soal sengketa IMB hingga ke Mahkamah Agung. Akibatnya, setiap Minggu, mereka terpaksa melaksanakan ibadah di pinggir jalan istana negara.

Sementara, Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) masih berada di Asrama Transito Mataram, NTB. Seratus jiwa lebih itu mengungsi dari rumah mereka di Dusun Ketapang, Lombok Barat sejak Februari 2006 lalu.

897 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

20 − 7 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>