Pdt Favor A. Bancin

Lukman Hakim Saifudin Dinilai Memberi Harapan Bagi Toleransi

JAKARTA, ICRP – Sekretaris Eksekutif Bidang Marturia Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)  Pdt Favor Adelaide Bancin menilai terpilihnya kembali Lukman Hakim Saifudin sebagai menteri agama memberi harapan bagi toleransi antar umat beragama di tanah air. Favor merasa track record selama tiga bulan pada periode SBY, menjadi modal kepercayaan publik pada Lukman Hakim Saifudin.

“Saya senang  beliau terpilih kembali dan berharap Lukman Hakim Saifudin konsisten,” kata pendeta Favor dalam acara talkshow Agama dan Masyarakat di Tempo TV, Jakarta Timur, Rabu (29/10).

Bagi pendeta Favor salah satu hal yang menarik dari sosok politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kembali menduduki jabatan menteri agama itu adalah kesediaannya mendengar curhatan publik. “Kami senang dia bersedia untuk mendengar keluh kesah kami,” kata Favor.

Sebagaimana diketahui bersama, menteri Agama dari partai kabah itu ketika Bulan Ramadhan lalu sempat menyelenggarakan acara buka bersama dengan kelompok minoritas.  Dalam acara itu, menteri agama (menag) mendegarkan curhatan minoritas.

“Dia juga tak sembrono memberi solusi, tapi berusaha mencari titik temu semua pihak. Ini yang kami senangi dari beliau,” sambung pendeta Favor.

Tak bisa dipungkiri, dengan lemahnya daya tawar partai-partai pendukung pemerintaha di Senayan tugas Lukman Hakim Saifudin akan terhambat. “Kita harap pak menteri kuat, karena tekanan pasti tinggi,” imbuh pendeta Favor.

Favor mengingatkan Lukman Hakim agar tak mengulangi kesalahan pendahulunya. Suryadharma Ali dinilai kerap menjadi bagian dari konflik antar umat beragama. “Jangan lagi ada menteri yang menyulut adanya kekerasan, sekurang-kurangnya jangan sampai ada lagi pernyataan-pernyataan yang provokatif dari menag ke depan,” tegasnya.

Bagi Favor, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan era buruk dalam toleransi antar umat beragama. Tak usainya persoalan GKI Yasmin di Bogor meski telah ada putusan Mahkmah Agung membuat Favor merasa Indonesia menjadi Negara Autopilot. “SBY, pemimpin tertinggi eksekutif, mengatakan tidak sanggup berbuat apa-apa karena dibatasi UU dalam menangani Yasmin?,” sesal Favor yang terlihat kecewa betul.

Favor pun menekankan pentingnya Lukman Hakim untuk membenahi pendidikan agama di tanah air. “Bereskan soal pendidikan agama adalah prioritas. Pendidikan agama harus lebih menekankan nilai-nilai multikulturalisme,” kata Favor.

“Gak kebayang kalau di pendidikan agama kita diajarkan untuk menjadi curiga pada satu sama lain,” ucapnya merasa khawatir dengan pendidikan agama di tanah air.

1.049 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

7 + 19 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>