Peserta pelatihan kesehatan reproduksi di Bandung Jawa Barat, Sabtu (8/11/2014)
Peserta pelatihan kesehatan reproduksi di Bandung Jawa Barat, Sabtu (8/11/2014)

Workshop Di Bandung, ICRP Ajak Agamawan Peduli Kesehatan Reproduksi

Bandung, ICRP – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) kembali melaksanakan workshop kesehatan reproduksi di Bandung, Sabtu (8/November 2014). Workshop yang dilaksanakan di sekretariat Sekolah Hijau ini diikuti oleh perwakilan agamawan di sekitar Bandung dan sekitarnya.

Direktur Eksekutif ICRP, Mohammad Monib, menyampaikan ICRP merupakan lembaga lintas agama yang menaruh perhatian besar terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan, termasuk kesehatan reproduksi. Selain itu, saat ini ICRP juga sedang mengembangkan program-program lain yang tak kalah penting, seperti pendidikan demokrasi dan HAM, dialog lintas agama, dll.

Adapun workshop kesehatan reproduksi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta perspektif agama terkait kesehatan reproduksi. Hingga saat ini masih banyak masyarakat menganggap tabu untuk diperbincangkan. Salah satu alasanya adalah pertimbangan moralitas keagamaan. Padahal, dewasa ini banyak sekali kasus-kasus bermunculan terkait kesehatan reproduksi. Misalnya angka kekerasan seksual yang semakin tinggi, aborsi ilegal, pergaulan bebas, hingga merebaknya berbagai penyakit seksual, dll.

Adapun yang didapuk menjadi pembicara adalah Dr. Abdul Muqsith Ghazali, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Herlianti Widagdo, anggota Perempuan Konghucu Indonesia. Keduanya membahas hak-hak kesehatan reproduksi dengan perspektif masing-masing.

Dr. Muqsith Ghazali, dalam kesempatan tersebut menegaskan Islam datang untuk menaikkan harkat dan martabat perempuan bukan untuk mendiskriminasi perempuan. Jika era pra-Islam, perempuan diisolasi ketika menstruasi, maka ketika Islam datang perempuan tetap terintegrasi di dalam keluarga. Turunlah ayat al-Qur’an, “ya’aluka fi al-mahidh. Qul huwa adzan fa’tazilun nisa’ fi al-mahidh” yang menegur masyarakat Arab yang tidak memanusiakan perempuan yang sedang menstruasi. Dalam Islam, ketika menstruasi perempuan bukan hanya cuti berhubungan seksual, tapi juga cuti melakukan ibadah ritual seperti shalat. Hal ini menegaskan bahwa Islam menghargai dan mengangkat derajat perempuan.

Sementara itu, Herliyanti Widagdo, atau yang akrab disapa Yanti menuturkan kesehatan reproduksi adalah kesehatan sempurna baik secara fisik, mental, sosial, rohani; bukan cuma semata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, baik perempuan maupun laki-laki. Dalam kitab  Shi Jing dinyatakan: “Keselarasan hidup bersama anak istri laksana alat musik yang ditabuh harmonis. Kerukunan diantara kakak dan adik, membangun damai dan bahagia. Maka demikianlah hendaknya engkau berbuat dalam rumah tanggamu, bahagiakanlah istri dan anak-anakmu.”

Beberapa peserta berterimakasih telah dilibatkan dalam kegiatan workshop ini. Mereka menyatakan acara ini sangat bermanfaat. Mereka pun berkomitmen akan mengajarkan pemahaman kesehatan reproduksi ini kepada komunitas masing-masing.

Acara ini dilaksanakan selama satu hari penuhdan dipandu oleh Ade Kusumaningtyas, atau akrab dipanggil Nining sebagai fasilitator. Kegiatan workshop ini merupakan kegiatan lanjutan workshop kesehatan reproduksi kerjasama ICRP dengan HiVOS. Acara yang serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Bekasi dan Bogor beberapa bulan lalu.

1.576 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

19 − eight =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>