Dan Brown

Kritik Novelis Pada Pertentangan Sains dan Agama

INDIA, ICRP – Perdebatan antara sains dan agama dewasa ini kian menukik. Baru-baru ini  sebuah pernyataan kontroversial dari pemimpin agama katolik, Paus Fransiskus memberi angin segar para saintis. Paus asal Argentina itu secara terbuka mengakui proses teori evolusi. Padahal sebelumnya Vatikan hingga Paus Benedictus masih menolak teori evolusi.

Apakah agama dan sains merupakan dua hal yang bertentangan?

Novelis ternama Dan Brown menolak pandangan bahwa agama dan sains bertentangan. Dalam pidatonya di acara Penguin Annual Lecture di India minggu ini, sang novelis itu mengungkapkan keyakinannya bahwa garis pemisah antara sains dan agama kian memudar.

“Sains dan agama adalah kerabat. Mereka menceritakan kisah yang sama dengan bahasa yang berbeda…Sementara sains merenungkan pada jawaban, agama pada sisi lain menikmati misteri dan pertanyaan-pertanyaan,” ucap Brown sebagaimana dilansir The Hindu.

“Ironisnya, kini kita berpaling pada Tuhan hanya untuk securah pertanyaan eksistensial yang mana sains tak pernah mampu untuk menjawabnya seperti, darimana kita berasal, mengapa kita disini, apa yang terjadi ketika kita mati?” sambung penulis Davinci Code itu.

Menurut Brown pertanyaan puncaknya dari perdebatan antara sains dan agama adalah bagaimana untuk merayakan dan lebih melanjutkan capaian sains tanpa kehilangan keindahan keimanan.

“Dunia kian menciut hari demi hari, ada sebuah bahaya yang sangat mengerikan yakni keyakinan bahwa kita sempurna dan tak mungkin salah. Seolah kebenaran versi kita adalah absolut dan orang yang tidak berpikir seperti kita adalah salah sehingga mereka menjadi musuh kita,” ucapnya.

(sumber : Huffingtonpost.com)

834 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

four × four =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>