Para Peserta PID Berfoto Bersama Kyai Nurul

Kata Mereka Tentang Live In PID Di Nurul Mukhlisin

Acara Live In di pesantren Nurul Mukhlisin Bekasi pada 21-22 November memberi kesan tersendiri bagi para peserta. Redaksi ICRP-online.org menampilkan beberapa komentar dari peserta dalam acara yang diselenggarakan oleh Wahid Institute, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), dan Indonesian Conference on Religion and Peace itu.

(Fatma Jauharoh, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah)

Fatma Jauharoh, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah

 

“Dua hari mengikuti program PID live ini di pesantren Nurul Mukhlisin terasa sangat singkat. Tidak seperti apa yang saya bayangkan. Letak pesantren yang berada cukup jauh dari jalan raya ini punya konsep pendidikan yang gak kalah berkualitas dari sekolah yang ada di tengah kota. Yang menarik, kami peserta perempuan beristirahat di ruang santri putri. Begitu tahu salah satu di antara kami ada penganut konghucu dan penghayat kepercayaan mereka sangat antusias dan bertanya bahkan berdialog dengan kami,”

 

Aru Lego Triono, Mahasiswa UNISMA 45 Bekasi

 

(Aru Lego Triono, Mahasiswa UNISMA 45)

“Berbagi cerita, cinta, kasih, dan kebersamaan dalam ketidaksamaan waktu itu sangat berkesan. Ktia semua sama sekali tidak mempersoalkan agama. Karena sesiapa yang baik terhadap sesama dant idak pernah berbuat kerusakan, dia lah sahabat saya. Saya percaya bahwa Tuhan itu satu, walaupun untuk menuju-Nya, bisa melalui jalan yang berbeda. Di tempat itu, saya semakin emrasa yakin bahwan Tuhan hebat. Tuhan maha Asik,”

 

 

(Siti Rahayu, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarata)

Siti Rahayu, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

“Gak kalah seru dari tahun lalu, kompak. Hari pertama memang perasaanku rada flat gitu karena pas malamna gak ada diskusi informal seperti tahun lalu jadi ngerasanya belum ada ilmu baru yang aku ketahui, tapi walaupun begitu ada kegiatan informal yang bikin lebih akrab lagi, yaitu main UNO”

“Tapi hari kedua nya asyik sekali. mulai banyak berdiskusi. banyak ilmu yang dapat diserap juga dari pembicaraan beberapa teman-teman. Panitianya super keren seali yang bikin gak ada kecanggungan antara peseta dan panitia. Masukan saya untuk acara ini kedepannya adalah materinya diperbanyak agar dapat juga memecahkan masalah-masalah yang lagi booming dan juga teman-teman beda agamanya diperbanyak. Dipersiapkan lebih matang lagi untuk mengundang teman-teman yang berbeda agama supaya wawasan bertambah luas. Tapi saya yang pasti sih dengan acara kemarin bertambah semangat saya untuk jadi agen perdamaian di manapun saya berada”

 

2.673 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

eight + 14 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>