kartun-isis-kriminal-foto.dist-brt-700-680x365

SEJUK: Penetapan Tersangka Pimred Jakarta Post Ancaman Kebebasan Pers

Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat, ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama, Kamis (11 Desember 2014). Meidyatama dianggap menghina agama Islam karena memuat karikatur bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) pada koran berbahasa Inggris tersebut pada edisi 3 Juli 2014 lalu.

Sebelumnya, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Mubaligh Jakarta Edy Mulyadi melaporkan harian The Jakarta Post ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dengan tuduhan penistaan agama. Menurut Edy, permintaan maaf Pemimpin Redaksi Jakarta Post saja tak cukup, jadi tetap harus dibawa ke ranah pidana. “Biar ada efek jera, agar media lebih berhati-hati,” kata Edy, Selasa, 15 Juli 2014 seperti dilansir tempo.co.

Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (Sejuk) menilai penetapan status tersangka tersebut dinilai bentuk kriminalisasi media yang dilakukan oleh negara.

“Kasus pemuatan kartun yang mengkritik Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang menjadi dasar gugatan adalah persoalan etik pers yang mestinya ditangani oleh Dewan Pers, bukan oleh polisi, apalagi dalam bentuk pemidanaan terhadap wartawan” tegas Sejuk dalam siaran persnya.

Lebih lanjut, Sejuk menilai kasus ini adalah ancaman serius bagi kebebasan pers dan bentuk pengekangan kebebasan berekspresi yang dijamin dalam pasal 28 UUD 1945 serta Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik yang sudah diratifikasi menjadi UU No. 12 tahun 2005.

997 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

11 + three =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>