Abdon Nababan

“Negara Harus Budiman Menyelesaikan Persoalan Masyarakat Adat”

JAKARTA, ICRP – Sekjen Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PB AMAN) Abdon Nababan menyesalkan masih adanya kriminalisasi terhadap masyarakat adat.

“Sudah terlalu lama masyarakat adat diperlakukan tidak adil di negeri ini,” tegas Nababan sebagaimana tertuang dalam siaran pers Catatan Akhir Tahun AMAN, Senin (22/12).

Nababan mencontohkan kasus kriminalisasi terhadap masyarakat adat terjadi di Palembang. “Pada 21 Oktober 2014 misalnya pengadilan Negeri Palembang di Sumatera Selatan menjatuhkan hukuman penjara 2,6 tahun, dan denda 50 juta ruipiah kepada M. Nur Jafar dari masyarakat adat Tungkal,” kata Nababan.

Tak berhenti di sana, sambung Nababan, 5 rekan Nur Jafar yang semuanya bersal dari masyarakat adat Tungkal juga diganjar hukuman penjara. “Mereka dianggap telah melanggar UU P3H (Pencegahan Dan Pemberantasan Hutan),” ujar Nababan.

Hal serupa juga terjadi di Bengkulu. Pada April 2014 pengadilan Negeri Bituhan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu menjerat hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp. 1,5 Milyar kepada empat orang masyarakat adat Semende Banding Agung Bengkulu.

Nababan meyakini masih maraknya kriminalisasi masyarakat adat karena negara belum sepenuhnya mengakui dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Keyakinan ini diperkuat, lanjut Nababan dengan tidak maunya DPR periode 2009-2014 mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat (PPMHA) menjadi UU.

“Selama belum ada RUU PPMHA disahkan, kriminalisasi masyarakat adat akan berpotensi terus terjadi,” ucapnya.

Nababan berharap pemerintahan Jokowi bisa menyelesaikan permasalahan puluhan tahun ini. “Salah satu cara penghentian kriminalisasi itu adalah presiden Joko Widodo segera membentuk Uni Kerja Presiden untuk Urusan Masyarakat Adat,” kata Nababan

“Tahun 2015, negara harus hadir dalam wujud yang budiman dalam menyelesaikan persoalan masyarakat adat,” imbuhnya

572 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

six − five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>