Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (Foto: Antara/Yudhi Mahatma)
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (Foto: Antara/Yudhi Mahatma)

Cegah Radikalisme, Menaker Larang Guru dan Dosen Agama Dari Asing

Jakarta, ICRP – Pemerintah melalui Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri melarang tenaga kerja asing yang berprofesi sebagai guru dan dosen agama (teologi) dari semua agama untuk bekerja di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran paham-paham radikalisme yang dibawa oleh tenaga kerja asing tersebut.

Hanif menegaskan pihaknya tidak ingin lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia dijadikan sebagai ajang untuk penyebaran paham-paham radikalisme oleh kelompok agama manapun.

“Kita menutup pintu untuk TKA yang berprofesi guru atau dosen` agama maupun teologi. Ini sebagai salah satu upaya menghindarkan lembaga agama tidak dijadikan lahan persemaian ide atau kaderisasi yang radikal,” kata Menaker dalam siaran persnya, di Jakarta, pada Jum’at (2/1/2014).

Hanif mengatakan, larangan itu sudah diimplementasikan dalam dua bulan terakhir. Pelarangan itu sudah ada dalam regulasi revisi peraturan menteri ketenagakerjaan (permenaker) 40 tahun 2012 tentang jabatan-jabatan yang tertutup bagi TKA.

“Radikalisme agama apapun tidak boleh berkembang di Indonesia. Anak-anak Indonesia harus memperoleh pendidikan agama sesuai dengan kultur Indonesia dan kebhinnekaan,” kata Hanif

Hanif menggandeng pihak sektoral yang juga ikut memberikan rekomendasi, seperti Kementeriaan Agama. Selain itu, pihaknya berupaya membenahi tata kelola TKA yaitu dengan mewajibkan pekerja asing yang masuk Indonesia harus bisa Bahasa Indonesia. “Regulasi itu sudah ada dan langsung disosialisasikan kepada berbagai pihak terkait. Setelah itu tinggal didampingi secara bersama dengan melakukan pengawasan di lapangan,” katanya.

Berdasarkan data Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan per Oktober tahun 2014, tercatat sebanyak 64.604 orang TKA yang bekerja di Indonesia. Jumlah ini terus menurun dibandingkan tahun 2013 sebanyak 68.957 orang dan tahun 2012 sebanyak 72. 427 orang

TKA asal Tiongkok tetap mendominasi dengan jumlah mencapai 15.341 orang, Jepang (10.183), dan Korea Selatan (7.678). Sedangkan TKA dari India (4.680), Malaysia (3.779) dan Amerika Serikat (2.497). Dilihat dari kategori sektor pekerjaan, sebagian besar TKA di Indonesia bekerja di sektor jasa sebanyak 38. 540 orang, sektor industry sebanyak 23.482 orang dan sisanya sektor pertanian sebanyak 2.582 orang.

1.069 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

four × five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>