Selain Kurikulum, Guru Juga Berperan Tularkan Radikalisme

Jakarta, ICRP – Potensi radikalisme di kalangan pelajar semakin mengkhawatirkan. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat sepanjang 2014 ini masih banyak sekolah yang memperlakukan siswanya secara diskriminatif. Sekjend FSGI, Retno Listyarti menilai, Hal tersebut ditengarai Kurikulum 2013 sebagai salah satu penyebabnya.

Sementara itu, Peneliti ICRP, Ahmad Nurcholish menilai, persoalan radikalisme pelajar tidak hanya berasal dari kurikulumnya ansih. Melainkan guru, kepala sekolah dan penerjemah kurikulumnya juga ikut andil.

“Misalnya agama diterjemahkan dg ketaatan secara ritualk-simbolik. Misalnya keharusan membaca doa (sesuai agama tertentu) sebelum mulain belajar, bahkan Salat Dzuha yg dalam Islam itu sunnah malah diwajibkan di sejumlah sekolah” ironinya itu terjadi di sekolah-sekolah umum, bukan madrasah atau pesantren, lanjut Nurcholish.

Begitu pun dengan konsep budi pekerti yang terdapat dalam kurikulum. Hanya dimaknai sebagai akhlakul-karimah yang kental dg nuansa Islam. Sehingga implementasinya sebatas memakai jilbab, baju koko di hari tertentu, hafal juz amma, dll.

“Padahal budi pekerti itu universal, diajarkan oleh semua agama. Sayangnya, di sekolah-sekolah umum yang seharusnya mengakomodir seluruh siswa dari agama apa pun, justru membela yang mayoritas” ungkap Nurcholish.

Lanjutnya, secara umum Kuruikulum 2013 berpotensi mempersubur radikalisme keagamaan. Namun bukan semata kontennya semata, melainkan guru, kepala sekolah, dan seluruh stakeholder pendidikan juga bisa andil menyuburkan radikalisme.

“Oleh sebab itu, perlu sebuah upaya bersama untuk mereview kembali kurikulum 2013 tersebut guna mencari akar masalah lalu merumuskan solusi bersama yang lebih edukatif bagi masa depan pendidikan kita. Sebuah tatanan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan anak didik, tapi juga mencerahkan dan memanusiakan mereka dalam konteks kebhinekaan” pungkas Nurcholsih.

1.003 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

twenty + six =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>