Serangan di Kantor Charlie Hebdo

Dunia Muslim Kecam Serangan Brutal ke Kantor Charlie Hebdo

Umat Muslim di seluruh dunia Rabu (7/1) dengan tegas mengutuk serangan terror mematikan terhadap sebuah kantor majalah di Perancis. Serangan yang diduga dilakukan oleh ekstrimis muslim merupakan serangan paling mematikan terhadap public Perancis dalam dua dekade ke belakang.

Tiga pria bertopeng yang membawa senjata menyerang kantor majalah Charlie Hebdo. Majalah satiris yang berlokasi di Paris ini terkenal dengan karikatur-karikaturnya acap kali meledek sosok-sosok yang dinilai sakral bagi agama-agama tertentu. Termasuk di antaranya adalah sosok Nabi Muhammad. Salah seorang penyerang dilaporkan berteriak “Allahuakbar” ketika melepaskan tembakan-tembakan yang membunuh sekurang-kurangnya 12 orang di kantor tersebut.

Para aktivis dan pemuka agama Islam dengan segera menyatakan kecaman mereka terhadap serangan brutal tersebut.  Mereka mengutip ayat dalam Quran yang menyatakan bahwa ketika seseorang membunuh orang tak berdosa, maka sama dengan membunuh kemanusiaan.

Masjid Agung Paris, salah satu masjid terbesar di Perancis, membuat sebuah pernyataan pada website resminya sesaat setelah penyerangan terjadi. Komunitas masjid agung Paris mengaku syok dan takut dengan kekerasan itu.

Kami dengan tegas mengutuk tindakan-tindakan semacam ini. Kami berharap pemerintah mengambil sikap yang terukur dalam menangani kasus ini. Komunitas kami tercengang atas apa yang baru saja terjadi. Serangan ini secara serius mengancam demokrasi kita. Serangan ini merupakan pernyataan perang. Waktu telah berubah, kini kita menghadapi sebuah era baru.

Persatuan organisasi Islam perancis (UOIF) juga merespon dalam websitenya, : “UOIF mengutuk dalam tingkatan terkerasnya atas serangan criminal ini dan pada para pembunuh yang mengerikan itu. UOIF menyampaikan duka yang terdalam pada keluarga korban dan seluruh pekerja majalah  Charlie

Imam masjid Drancy di kawasan Seine-saint-Denis, Paris, Hassen Chalghouni menyatakan dalam acara di France’s BFM TV mengecam para penyerang. Chalghouni menegaskan “barbarism tidak mewakili Islam”

“Saya benar-benar marah. Para criminal ini adalah orang-orang barbar. Mereka telah menggadaikan jiwa mereka ke neraka. Ini bukanlah kebebasan. Ini bukan Islam dan saya harap Perancis bersatu untuk menghentikan barbarianisme ini,” ujar Chalgouni.

Tak terhitung jumlah aktivis, pemuka, dan penulis muslim di sosial media menyatakan kecamannya pada aksi brutal tersebut. Dua di antaranya misal Iyad Elbaghdadi yang dikenal sebagai kritikus para penguasa di negeri-negeri pada pasir dan penulis buku “Islam without Extremes” Mustafa Akyol. IYad Elbaghdadi misalnya berceloteh di twitternya,”Sebagai seorang muslim, membunuh orang-orang tak berdosa atas nama Islam, bagi saya jauh lebih menyakitkan daripada kartun apapun,”

Sementara Di akun twitternya pada rabu Mustafa Akyol mencuit,.

Sebagai seorang muslim, saya mengecam serangan brutal pada #CharlieHebdo dan menyampaikan duka mendalam pada masyarakat Perancis. Islam para pembunuh bukanlah Islam yang saya anut”

(sumber : huffingtonpost.com)

 

 

1.096 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × one =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>