Bendera Jerman

Publik Jerman Melawan PEGIDA

Alun-alun di sekitar Katedral Cologne tiba-tiba gelap pada senin (5/1) sore waktu Jerman setelah lokasi bersejarah itu mematikan lampu-lampunya. Sikap ini merupakan   protes damai terhadap demo mingguan dari sekelompok orang  di Dresden yang menggemakan perlawanan pada “Islamisasi”.

Langkah simbolis ini muncul manakala ribuan orang Jerman di Cologe dan beberapa kota-kota lainya melakukan demo tandingan terhadap kelompok yang menamakan diri sebagai PEGIDA (Masyarakat Eropa Melawan Islamisasi Barat).  PEGIDA berhasil membawa ribuan tahun dan menarik perhatian public di  Dresden dengan semangat anti imigran muslim pada senin.

Provost katedral Cologne Norbert Feldhoff menyampaikan pada n-tv bahwa pemadaman lampu merupakan upaya aga para pendemo PEGIDA  berpikir ulang  tentang demo mereka.

“Anda ambil bagian dalam sebuah aksi yang, secara mendasar dan dalam ujaran-ujarannya, seseorang akan melihat Anda sebagai pecinta NAZI.  rasis dan ekstrimis,” ucap Norbert.

“Dan Anda mendukung orang-orang yang jelas-jelas Anda tak mau anda dukung,” sambungnya.

Hanya sekitar 250 orang yang hadir mengikuti demo PEGIDA di Cologne. Jumlah ini dilawan balik 10 kali lipat oleh demo tandingan para penentang PEGIDA. Hal serupa terjadi di Berlin. Pihak keamanan meunjukan sekitar 5000 demo tandingan menentang sekitar 300 pendukung PEGIDA yang berjalan sepanjang rute mereka dari alun-alun kota hingga Perbatasan Bradenburg. Kantor berita dpa mewartakan di Stuttart, Muenster, dan Hamburg ada sekitar 22.000 orang hadir melakukan demo tandingan terhadap PEGIDA.

Namun aksi demonstrasi massif Pegida terjadi di belahan Timur kota Dresden. Wilayah ini memang hanya memiliki sedikit imigran muslim. Menurut laporan kepolisian setempat tidak kurang dari 18.000 orang ikut berkampanye anti-imigran muslim. Demonstrasi di belahan timur kota Dresden itu tumbuh sejak Oktober yang hanya sekitar ratusan hingga mencapai belasan ribu menjelang natal.

PEGIDA dalam demonstransinya membawa kertas-kertas bertuliskan seperti “bangun”. Mereka pun meneriakan “Kami  rakyat” dan “Media Pembohong” ketika mendekati kamera-kamera para reporter TV pada senin.

Memang terkesan aneh pada pidato tahun baru, Kanselir  Jerman Angela Merkel mendesak warganya untuk menjauh dari demo di Dresden.

Sementara para pendemo PEGIDA meneriakan “Kami lah rakyat”, Merkel menjawab “Mereka sebenarnya berkata kalian bukan rakyat Jerman karena agama atau warna kulit kalian,”.

 

 

(sumber : France24.com)

2.049 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × three =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>