Dukungan Untuk Rosnida Sari, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh

Pernyataan Sikap ICRP

Dukungan Untuk Rosnida Sari, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh

Seperti diberitakan banyak media, Rosnida Sari, dosen mata kuliah studi gender dalam Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh kini harus bersembunyi karena mendapatkan ancaman pembunuhan. Hal tersebut terjadi karena Rosnida mengajarkan toleransi dengan mengajak mahasiswanya mengenal hubungan gender antara pria dan wanita di sebuah gereja di Banda Aceh.

Dalam website australiaplus.com, dosen yang pernah belajar di Flinders University, Adelaide, Australia ini menulis: “saya juga ingin agar tidak ada ketidaknyamanan mahasiswa pada mereka yang beragama berbeda. Tujuannya tentu saja agar terjadi kesalingpahaman diantara mereka, menghilangkan prasangka yang sudah dibentuk oleh media (Koran dan TV) atau saat mendengar perbincangan orang lain.”

Namun upaya Rosnida mengajarkan keberagaman tersebut disalahpahami dan banjir kecaman di media sosial, masyarakat umum, bahkan internal IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ada yang menilai Rosnida murtad, ada yang mengusirnya dari Aceh, bahkan ada yang mengancam membunuhnya.

Melihat hal tersebut, kami Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendukung penuh langkah Rosnida Sari mengajarkan nilai-nilai toleransi di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kunjungan ke rumah ibadah tersebut adalah bentuk pengajaran yang tidak hanya berkutat pada domain mengerti (kognitif), melainkan telah pada tahap merasa (affective) dan melakukan (psikomotorik). Hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan pengajaran nilai-nilai keislaman yang moderat. Hal itu diperlukan untuk mengikis radikalisasi keagamaan, kekerasan atas nama agama, pengafiran pihak lain, sikap ekstrim, serta fanatisme berlebihan yang dapat menimbulkan konflik sosial.
  2. Mendesak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh untuk bertindak arif dan bijaksana. Mengedepankan nilai-nilai akademis serta tidak menjustifikasi Rosnida Sari secara sepihak. Universitas harus mengedepankan prinsip-prinsip moral yang diterapkan dalam lingkungan akademik, terutama yang terkait dengan kebenaran, keadilan, kejujuran.
  3. Mendesak aparat untuk memberikan perlindungan dan rasa aman terhadap Rosnida Sari dari intimidasi dan ancaman pembunuhan. Pemerintah dalam hal ini Pemda Aceh harus menegakkan hak-hak warga negara dan melindungi semua warganya dari ancaman pelanggaran Hak Asasi Manusia sebagaimana tercantum dalam Pasal 22 ayat (1) dan (2) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

 

Semoga misi perdamaian, misi suci agama-agama, masih menjadi spirit kita semua dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri tercinta ini.

Jakarta, 08 Januari 2015

Mengetahui,

 

Musdah Mulia                                                 M. Imdadun Rahmat

Ketua Umum ICRP                                         Sekretaris Umum ICRP

 

2.931 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

fifteen − 9 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>