Menteri Agama bersama Tokoh Lintas Iman dan ICRP

Dalam Audiensi dengan Menag, ICRP Harap Bisa Lebih Bersinergi dengan Pemerintah

JAKARTA, ICRP – Sejumlah tokoh lintas agama dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) berkunjung ke kantor kementerian agama di Jakarta Pusat, Rabu (21/1). Kunjungan tokoh lintas iman yang dipimpin oleh ketua harian ICRP, Prof. Dr. Musdah Mulia ini bertujuan untuk beraudiensi dengan menteri agama Lukman Hakim Saifudin. Dua agenda utama yang diperbincangan pada siang ini adalah acara konferensi dan musyawarah besar (mubes) ICRP serta RUU yang tengah diinisiasi pemerintah, Perlindungan Umat Beragama (PUB).

Pukul 11:30, pak menag yang memakai batik berwarna coklat menyambut para tokoh lintas iman di ruangan tamu. Empat kursi coklat hitam di sisi kiri dan kanan tak cukup menampung para tamu. Sekurang-kurangnya ada 16 tokoh dari berbagai agama yang ingin “curhat” pada politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Tanpa berpanjang lebar, Prof. Dr. Musdah Mulia membuka audiensi seusai menteri bersalaman dengan hadirin. Musdah mengabarkan pada Lukman bahwa ICRP hendak menyelenggarakan kongres. Pengambilan tema kongres ICRP tahun 2015, Musdah mengakui, ingin menyampaikan apa yang dialami oleh penyintas kekerasan agama kepada stakeholder di pemerintah.

Selain itu, Musdah pun menceritakan alasan para tokoh lintas iman  dan ICRP mengunjungi menag. Para tokoh lintas iman dan LSM yang bergerak di bidang interfaith selama periode SBY, Musdah akui menjauh dari pemerintah. Kondisi berbeda, Musdah rasakan, terjadi pada periode Jokowi-JK.

“Kami merasa ada sinyal untuk kembali bekerjasama dengan pemerintah dalam membangun dialog antar umat beragama dalam periode Jokowi-JK,” harap Musdah.

Hal tersebut, ungkap Musdah, bukan tanpa alasan. Nawa Cita menurut Musdah membuka ruang adanya kehidupan beragama yang lebih baik. “Kami menganggap  Nawa Cita selaras dengan perjuangan kami,” ucap Musdah penuh semangat.

Sementara itu, sekretaris umum ICRP Imdadun Rahmat menyoroti agenda dan sikap  pemerintah berkenaan kehidupan umat beragama. Imdad yang juga menjabat sebagai salah satu komisioner komnas HAM berharap pemerintah lebih menjaga jarak dengan pihak yang menyebarkan kebencian terhadap kebhinekaan.

“Kita berharap pemerintah lebih banyak bekerjasama dengan pihak yang punya kemauan untuk membela kebhinekaan yakni organisasi-organisasi moderat,” imbuh Imdad.

Pandangan Imdad ini juga diamini oleh intelektual muda Nahdlatul Ulama Ulil Abshar Abdalla. Menurut Ulil pemerintah mesti lebih aktif untuk menjalin hubungan dengan organisasi-organisasi interfaith.

“Apakah mungkin ke depan kemenag bisa memberikan nomenklatur pada APBN untuk membiayai program-program interfaith dengan organisasi semacam ICRP ini?,” tanya menantu Gus Mus ini pada pak menteri.

Dengan penuh apresiasi, menag pun merespon positif pertanyaan Ulil. Di hadapan tokoh lintas iman, menag berjanji akan mengupayakan pembentukan nomenklatur dalam APBN khusus untuk LSM interfaith pada 2016.

Ulil meyakini adanya kecurigaan publik pada agenda-agenda LSM yang bergerak di isu interfaith ini tidak lepas dari persoalan pendanaan. “Selama ini LSM yang gerak di isu ini kerap dituding antek asing karena dibiayai oleh kedutaan besar atau NGO internasional,” duga Ulil. Adanya sinergi pemerintah dengan LSM terkait, duga Ulil, akan mengurangi kecurigaan publik.

Setelah Ulil, para pemuka agama berkeluh kesah pada menteri agama. Berbagai permasalahan disampaikan dalam waktu yang tak lebih dari 30 menit. Meski demikian bisa ditarik akar permasalahannya yakni mengenai soal hak-hak kewarganegaraan.

Dalam kesempatan itu Musdah mengundang menteri agama untuk hadir dalam acara kongres ICRP yang hendak dilaksanakan di Grha Oikomune Persektuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Jumat (23/1). Permintaan ketua harian ICRP ini direspon positif oleh menag. Lukman Hakim Saifudin merasa perlu untuk menghadiri acara kongres. Ia pun berjanji akan berusaha untuk menghadiri kongres ICRP.

1.400 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

13 − 3 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>