Para Guru Kunjungi Rumah Ibadah tengah Berselfie

ICRP dan YCG Ajak Para Guru Kunjungi Rumah-Rumah Ibadah

JAKARTA, ICRP РYayasan Cahaya Guru (YCG) dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menyelenggarakan kegiatan kunjungan ke rumah-rumah ibadah bagi para guru se-Jabodetabek. Tidak kurang dari 30 guru mengikuti kegiatan yang kerap dinamai ekskursi ini pada Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2).  Acara yang diselenggarakan oleh kedua lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini bertujuan untuk mengembangkan semangat saling menghargai dan toleransi antar umat beragama di kalangan tenaga didik.

Ketua YCG Ibu Henny Supolo berjanji untuk melaksanakan ekskursi  empat kali dalam setahun. Henny percaya kegiatan ekskursi mampu untuk menciptakan benih-benih perdamaian dan semangat saling mengenal satu sama lain.

Selain itu, Henny pun meminta para guru yang mengikuti acara ini untuk membuat sebuah tulisan singkat kala mengunjungi beberapa rumah ibadah. “Kami harap Anda mau menuliskan pengalaman Anda setelah mengunjungi rumah-rumah ibadah dalam ekskursi kali ini,” ucap Henny yang mengenakan kebaya berwarna coklat pagi itu.

Untuk diketahui, dalam ekskursi yang diselenggarakan dua hari itu para guru diagendakan mengunjungi enam rumah ibadah. Pada hari pertama, para 30 orang tenaga didik diajak mengungjungi Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, dan Gereja Immanuel. Sementara itu, pada hari kedua, mereka diajak bertamasya religi ke Vihara dan Pura di daerah Serpong serta sebuah Kuil Sikh di wilayah Kampung Sawah, Ciputat.

Henny Supolo menekankan pentingnya tulisan-tulisan pengalaman para guru yang berekskursi ini. “Kumpulan tulisan bapak dan ibu adalah syiar kedamaian!” tegas Henny Supolo mewakili YCG yang sejak 2010 menebarkan semangat saling menghargai antar umat beragama di dunia pendidikan.

Bagi Henny syiar berupa tulisan-tulisan pengalaman para guru yang berekskursi merupakan bagian langkah awal merayakan perbedaan.

Direktur Eksekutif ICRP Mohammad Monib pun mengamini paparan Henny Supolo sesaat sebelum bus tiba di katedral. Menurutnya permasalahan keberagaman di tanah air sudah kian memburuk. Monib pagi itu mencontohkan permasalahan yang menimpa pengampu perbandingan agama di salah satu universitas Islam negeri di Aceh. “Kita di sini untuk menentang kriminilisasi para pecinta perdamaian seperti yang menimpa rekan saya di Aceh,” ucap Monib penuh simpati.

Tidak lupa, Monib pun menyampaikan pentingnya acara seperti ini dilaksanakan. “Pagi ini, bapak dan ibu telah menjadi perintis corak keberagamaan yang sehat,” pungkas Monib.

Akankah pemerintahan Jokowi-JK merealisasikan janjinya di Nawa Cita berkenaan semangat keberagaman? ICRP dan YCG sudah siap bersinergi dengan pemerintah.

1.031 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

3 + 7 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>