ISIS

ISIS Kian Brutal, Ulil Ungkap Akar Masalahnya

Kebiadaban Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kembali menuai kecaman dunia. Setelah berulang kali memenggal sandera, terakhir kelompok teroris pimpinan Al-Baghdadi ini membakar hidup-hidup salah seorang pilot asal Yordania. Ketua Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Ulil Abshar Abdalla pun turut berkomentar perihal semakin ganasnya kelompok teroris paling mematikan di dunia itu.

Di akun twitter pribadinya (@ulil) , Ulil demikian ketua ICRP akrab disapa, mengungkapkan akar masalah ISIS tidak seenteng sebagaimana dipahami khalayak.  Ulil khawatir jika akar permasalahannya tidak dituntaskan, ISIS akan tetap menghantui dunia muslim dalam beberapa dekade mendatang.

” Problem of ISIS is deeper and larger than many think. It will linger with us for many decades to come if the root cause remains there, (Permasalahan berkenaan ISIS lebih dalam dan luas ketimbang apa yang dipikirkan banyak orang. ISIS akan tetap hidup dalam dekade-dekade ke depan selama akar permasalahannya masih ada”, cuit Ulil tertanggal 5 Februari.

Lalu apa akar masalah utamanya menurut cendikiawan muda Nahdlatul Ulama ini?

Di mata Ulil, akar permasalahan lahirnya kelompok teroris semacam taliban atau pun ISIS ada pada penafsiran terhadap teks suci.  Di twitter, Ulil mengakui, baik di Quran maupun Hadits terdapat hal-hal yang problematis. Ia meyakini selama tidak ada perhatian mendalam untuk ‘melirik kembali’ dan melakukan pembacaan ulang terhadap teks-teks suci maka kelompok teroris semacam ISIS akan tetap bertahan.

“As long as there is no serious re-looking and re-reading of “problematic text” in our Scripture, ISIS’s problem will persist, (Selama tidak ada perhatian mendalam untuk melirik kembali dan pembacaan ulang terhadap teks-teks yang problematik di kitab-kitab kita, permasalahan semacam ISIS akan terus bertahan)”, tulis Ulil dalam sosmed yang tak boleh lebih dari 140 karakter itu.

Sebagaimana diketahui bersama, kerap kali kalangan agamawan menyatakan tindakan ISIS tidak mencerminkan agama apapun. Menariknya, tidak pula bisa dinafikan di dalam teks-teks yang dianggap suci oleh umat islam, memang ada ayat-ayat yang cukup problematis.

Selain menyoroti mengenai persoalan di dalam penafsiran terhadap teks, Ulil pun menambahkan pentingnya Timur Tengah untuk melakukan reformulasi politik. Menurut menantu Gus Mus ini, sejauh masih berkuasa rezim-rezim otoriter di wilayah tersebut, maka permasalahan semacam ISIS akan sulit dilenyapkan.

1.304 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

eight − seven =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>