Para pemuka agama Islam dan Buddha dari berbagai negara di dunia bertemu di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2015).Sumber: kompas.com
Para pemuka agama Islam dan Buddha dari berbagai negara di dunia bertemu di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2015). Sumber: kompas.com

Tolak Radikalisme, Sejumlah Tokoh Agama Islam dan Buddha Adakan Konferensi

Yogyakarta, ICRP – Sejumlah tokoh agama Islam dan Buddha dari berbagai dunia melaksanakan konferensi di Yogyakarta Selasa-rabu (2-3/3/2015). Konferensi ini bertujuan untuk menyikapi kasus kekerasan atas nama agama yang semakin marak. Acara ini dihadiri perwakilan tokoh agama Buddha dan Islam dari negara-negara Asia Tenggara di antaranya Thailand, Indonesia, Banglades, Malaysia, Sri Lanka.

Presiden Gerakan Internasional untuk Keadilan Dunia (JUST), Chandra Muzzafar sebagai pelaksana acara ini, menjelaskan, ada dua alasan terkait penyelenggaraan acara ini, yakni karena agama Buddha dan Islam adalah agama mayoritas di wilayah Asia Tenggara sehingga penting adanya kedamaian dan keadilan antardua agama ini. Alasan lainnya ialah karena menguatnya isu diskriminasi agama dan ekstremisme yang berpontensi pada konflik.

Konferensi ini menghasilkan “Pernyataan Yogyakarta” yang disampaikan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (3/3/2015). Pernyataan tersebut menyebutkan masing-masing pimpinan Buddha dan Islam memahami pendukung mereka telah menjalin hubungan yang harmonis, hal tersebut menjadi dasar membangun perdamaian dan kemakmuran bersama kedepan.

Islam dan Buddha merupakan agama yang penuh kasih sayang dan welas asih. Keduanya mempunyai komitmen tinggi terhadap keadilan bagi seluruh masyarakat dunia. radisi dari kedua agama ini menghormati kesucian kehidupan dan mewarisi martabat dan kehormatan manusia sebagai fondasi seluruh hak asasi manusia tanpa perbedaan suku, warna kulit, bahasa atau agama.

Para tokoh agama ini juga menolak penyalahgunaan agama untuk mendorong diskriminasi dan kekerasan. Mereka juga menyatakan perlunya memperkuat peran pemerintah untuk menolak tindakan diskriminasi dan kekerasan atas nama agama. Pemerintah harus melindungi segenap warganya dari segala segala diskriminasi dan kekerasan  sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan tersebut, ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Samsudin menyatakan saat ini telah terjadi penguatan kelompok ekstrem di berbagai belahan dunia. tidak hanya kalangan Islam di Timur Tengah, tetapi juga di kalangan agama lain, Hindu di India, dan Buddha di Myanmar. Fenomena terebut merupakan tantangan yang perlu dicarikan jalan keluarnya, antara lain dengan pemberdayaan kaum moderat untuk menampilkan wajah agama yang damai dan toleran.

Hal senada diungkapkan oleh Harsha Kumara Navaratne, dari Organisasi Persatuan Umat Buddha Dunia (INEB). Peran tokoh agama moderat sangat penting untuk menyebarkan perdamaian agama. Harsha juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan ide-ide perdamaian dan toleransi. Meskipun tidak jarang media menjadi faktor pemicu kekerasan itu sendiri.

Konferensi Tingkat Tinggi Tokoh Agama Islam dan Buddha ini diselenggarakan oleh International Network of Engaged Buddhis (INEB), Religion for Peace International (RPI), serta International Movement For A Just World (JUST) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) untuk merumuskan upaya penguatan perdamaian antarpemeluk dua agama itu.

 

1.400 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three + 20 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>