IMG20150325145537

“Aqidah Bermuara Pada Akhlak”

JAKARTA, ICRP – Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Albertus Patty menyampaikan pesan utama Alkitab adalah pembelaan pada kemanusiaan. Demikian ujarnya dalam acara seminar “Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Agama dan Kepercayaan di Indonesia”, di Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (25/3).

“Jelas kekristenan menjunjung tinggi HAM,” tegas Pdt. Albertus Patty

Agamawan protestan ini mengungkapkan bangsa Indonesia memiliki dua PR besar. Menurutnya salah satu persoalan yang besar itu adalah masih adanya kekerasan dan konflik baik legal, verbal maupun sikap dalam kehidupan umat beragama.

“Ini adalah PR besar. Kita harus rumuskan UU yang tidak mendiskriminasi para penganut agama,” jelasnya.

Meski hujan deras mengerubungi Ibukota hari itu, selain perwakilan dari PGI nampak  wajah-wajah yang tak asing dalam dialog antar agama di antaranya Romo Magnis Suseno budayawan sekaligus agamawan katolik, Pdt. Albertus Patty dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Zafrullah Pontoh dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Engkus Ruswana dari Majelis Luhur Kepercayaan, Romo Daniel Byantoro dari Gereja Ortodoks Indonesia turut meramaikan seminar yang diselenggarakan OASE (Organization of Ahlul Bayt for Social support and Education)

Menyambung ujaran Pdt. Albertus Patty, Romo Daniel Byantoro memberikan pandangannya terkait keberagaman. “Kita boleh mengamini agama kita paling benar. Namun, penghakiman hanya ada di Tuhan,” ujarnya.

Romo Daniel yang siang itu mengenakan pakaian ala agamawan gereja ortodoks itu  menambahkan bahwa pada hakikatnya manusia memiliki nilai-nilai ilahiah. Tuhan, lanjut Romo, menciptakan manusia karena kasih. Dengan demikian, menurutnya manusia mencari jalan menuju Sang Kekasih.

“Kasih dan cinta adalah landasan fundamental, jerita terdalam manusia adalah cinta,” ungkapnya.

Dengan demikian menurut Romo Daniel, visi agama harus dikembalikan pada nilai yang sejati dari landasan fundamental itu sendiri, yakni cinta.

Menurut Romo dengan adanya cinta sebagai landasan fundamental itu, maka semua orang pasti akan meyakini bahwa semua Aqidah bermuara pada perilaku atau akhlak.

Selain itu, Romo Daniel juga menyampaikan kritiknya pada sikap pemerintah yang terlalu legalistik melihat posisi agama dan negara. “Kepercayaan bukan pemberian agama, tapi nilai kemanusiaan itu sendiri,” kata Romo.

“Jika kita bekerjsama atas nama Tuhan, saya kira kita tidak akan pernah membatasi umat agama lain,” ucapnya.

627 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

four × two =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>