IMG20150325145923

Selenggarakan Seminar HAM, OASE Undang Tokoh-tokoh Lintas Iman

JAKARTA, ICRP – OASE (Organization of Ahlulbayt for Social support and Education) menyelenggarakan seminar bertajuk “Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Agama dan Kepercayaan di Indonesia”, Rabu (25/3). Berlokasi di Wisma Antara, Jakarta Pusat, acara berskala nasional ini dihadiri tokoh-tokoh lintas agama. Meski hujan deras mengerubungi Ibukota hari itu, nampak duduk di meja-meja bundar bagian depan wajah-wajah yang tak asing dalam dialog antar agama di antaranya Romo Magnis Suseno budayawan sekaligus agamawan katolik, Pdt. Albertus Patty dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Zafrullah Pontoh dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Engkus Ruswana dari Majelis Luhur Kepercayaan, Romo Daniel Byantoro dari Gereja Ortodoks Indonesia, dll.

Selain dihadiri tokoh agama juga turut di ruangan aula lantai 2 Wisma Antara siang itu adalah Direktur Jendral Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkunham) Mualimin Abdi.

Sejatinya, seminar ini akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Namun, menjelang acara dimulai pihak panitia mengungkapkan lelaki yang akrab disapa Ahok itu tidak bisa menghadiri seminar. Walhasil, Dirjen HAM lah yang membuka seminar.

Sebelum membuka seminar, Mualimin Abdi menyampaikan sepatah dua patah kata berkaitan acara seminar.  Mualimin di depan tokoh-tokoh lintas agama menyatakan keebasan beragama merupakan hak-hak dasar yang harus diwujudkan.

“Negara wajib hukumnya memberikan fasilitas dan pelayanan pada keyakinan yang dianut warga negara,” tegas Mualimin.

Mualimin mengakui perdebatan mengenai kebebasan beragama di tanah air merupakan sebuah proses panjang. Beberapa persoalan, siang itu Mualimin paparkan. Salah satu yang menjadi sorotan, dalam ujaran dia adalah UU PNPS 1965.

Namun, tanpa ragu Mualimin menilai melindungi kebebasan beragama merupakan amanat konstitusi. “Pemenuhan HAM adalah kewajiban pemerintah. Pada prinsipnya keyakinan apapun wajib difasilitasi,” ungkap Mualimin.

Sementara itu, dalam sambutan ketua OASE Emilia Renita berharap diskusi dalam seminar siang itu mampu memberikan masukan pemerintah pada RUU PUB (Perlindungan Umat Beragama).

Emilia yang telah malang melintang dalam dunia dialog antar umat beragama mengungkapkan pentingnya para tokoh dan penganut agama untuk senantiasa menyebarkan kasih tanpa melihat etnis dan agama seseorang.

“Kita berdiskusi disini atas dasar cinta. Ini alasan kita berkumpul disini,” kata Emilia.

 

1.309 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

five × five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>