385692_620_tempoco[1]

Pesan Paskah, Paus: Pelayanan, Inti Kesaksian Kristiani

Paus Fransiskus, memulai katekesenya yang didedikasikan untuk perayaan Pekan Suci dan Paskah, pada Rabu, 1 April 2015. Paus mengatakan bahwa kematian dan kebangkitan Kristus adalah puncak dari seluruh tahun liturgi dan kehidupan Kristen.

Dalam pesannya Paus mengungkapkan umat Kristen harus melakukan Paskah yang baik, lebih dari sekadar mengingat sengsara Yesus selama Pekan Suci. “Mereka harus masuk ke dalam misteri dari Triduum Paskah dan menjadikan perasaan serta sikap Yesus sebagai bagian dari mereka sendiri,” kata Paus Francis di lapangan Saint Peter’s, seperti dikutipNcronline.org, Rabu waktu Vatikan.

Selama audiensi publik tersebut, ia juga mengenang ‘martir-martir hari ini’, yakni pria dan wanita yang menyerahkan kehidupan mereka pada Yesus karena iman Kristen mereka. “Kehidupan mereka yang meniru pengorbanan Kristus, mencerminkan cahaya dari kesempurnaan cinta yang penuh dan murni dari Kristus,” kata Paus. “Pelayanan adalah inti dari kesaksian Kristiani sebagaimana ditunjukan dalam darah Kristus. Itu adalah pengorbanan yang Kristus lakukan bagi kita, ia menebus kita.”

Paus memulai pesannya dengan menggambarkan makna Kamis Putih: gerakan kenabian dengan mencuci kaki para rasul. “Yesus menyatakan makna dan gairah hidupnya, pelayanan kepada Tuhan dan saudara,” kata Paus. Hari kedua dari Triduum, Jumat Agung, ialah mengenang bagaimana Yesus “mengubah kejahatan terbesar dengan cinta terbesar” melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. “Setelah Yesus sendiri, banyak pria dan wanita Kristen saat ini memberikan hidup mereka sebagai martir.”

Dia mencontohkan kesaksian heroik Fr Andrea Santoro, seorang pendeta Italia yang tewas pada tahun 2006 saat bekerja sebagai misionaris di Turki. “Ia adalah contoh bagi kita, yang meyakinkan kita untuk memberikan kehidupan kita sebagai hadiah cinta kepada saudara-saudara kita, sebagaimana Yesus melakukannya,” katanya.

Adapun pada hari Sabtu Suci, gereja mengenang Maria dan merenungkan Kristus di dalam kubur, setelah kemenangannya atas salib. “Kadang-kadang, kegelapan malam dapat menembus jiwa dan pikiran kita, tidak ada yang tersisa untuk dilakukan, dan jantung tidak lagi menemukan kekuatan untuk dapat mencintai,” kata Paus berbicara tentang keputusasaan hidup. “Tapi dalam kegelapan ini Kristus menyalakan api kasih Allah.”

Pada akhir pesannya, Paus mengungkapkan jika orang Kristen harus menjadi penjaga pagi, yang tahu bagaimana untuk melihat tanda-tanda kebangkitan, seperti para murid yang berjaga di makam pada pagi Paskah.

Sumber: tempo.co

1.095 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

20 − 7 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>