Koalisi Masyarakat Sipil Bahas RUU PUB dihadiri pendiri ICRP Djohan Effendi

Di ICRP, Koalisi Masyarakat Sipil Persiapakan RUU PUB

JAKARTA, ICRP – Berlokasi di sekretariat Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Selasa (7/4) koalisi masyarakat sipil memantapkan persiapan wacana digulirkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) yang acapkali disebut Perlindungan Umat Beragama.

Hadir siang itu di Jalan Cempaka Putih Barat XII No. 34 diantaranya Nia Sjarifudin dan Toto Sudarto dari Aliansi Nasional untu Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), Trisno Sutanto dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Engkus Ruswana dari Majelis Luhur kepercayaan terhadp Ketuhanan Yang Maha Esa, Febi Yonesta dari  Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta), Budhy Munawar Rahman dari Paramadina, Bonar Tigor Naipospos dari Setara Institute dan rekan-rekan lainnya.

Rapat kali ini merupakan kelanjutan dari pertemuan yang diselenggarakan di sekretariat ANBTI minggu lalu. Sebelum memulai rapat Nia Sjarifudin kembali memberikan paparan singkat mengenai hasil pertemuan sebelumnya pada para peserta yang tak kurang dari 20 orang itu.”Minggu kemarin ini kita bagi tugas jadi lima bagian. pertama sekretariat, kedua yakni pokja substansi, ketiga, jaringan, keempat pokja lobby, kelima kampanye,” kata Nia.

Nia menyatakan rapat koalisi masyarakat sipil di ICRP kali ini terutama mengagendakan pembahasan beberapa draft RUU yang kabarnya telah dihimpun oleh Setara Institute, Wahid Institute, dan LBH Jakarta. Namun nampaknya draft belum juga terkumpul pada kesempatan kali ini.

Febi Yonesta atau yang lebih akrab dipanggil Mayong mengaku draft RUU yang dirancang beberapa tahun lalu dari beberapa CSO (Civil Society Organization) belum bisa dikatakan rampung. Sehingga siang ini belum bisa dibawa. Pasalnya, Mayong memaparkan terdapat beberapa perbedaan pandang antar CSO yang merancang draft tersebut.

Salah satu poin yang cukup pelik, ungkap Mayong, di antara kelompok penyusun ialah tentang perlu tidaknya mendefinisikan agama dan peraturan mengenai pembangunan rumah rumah ibadah.

“Ada beberpa perdebatan misalnya mengenai defnisi agama. Wahid (Wahid Institute) ingin definisikan, sementara temen2 LBH tidak ingin definisikan. Lalu soal pendirian rumah ibadah. Ternyata konsep perumusan rumah ibadah juga belum clear,” ucap Mayong.

Karena itu, Mayong mengusulkan beberapa hal siang itu. Pertama, penting bagi koalisi untuk menyamakan persepsi mengenai rumusan draft sebelum menyatakan sikap kepada publik. Kedua, di dalam pokja substansi perlu ada pembagian yang secara spesifik dalam sub tema draft. Kemudian, sambung Mayong, tiap sub tema ini perlu kembali didiskusikan di tim ahli.

Siang itu diputuskan bersama bahwa perancang terdiri dari Bona Tigor Naipospos atau yang akrab dipanggil Choki, Rumadi dari Wahid Institute, Sudarto, Trisno, Mayong.

Selain mengenai konten draft, pembahasan berlanjut pada strategi lobi. Choki mengaku cukup pesimis dengan kondisi politik sekarang. Ia menduga kondisi senayan dan istana kurang cukup mendukung terhadap perjuangan rekan-rekan dalam membela perlindungan umat beragama.

Kekhwatiran Choki diamini oleh Trisno. Karena itu, Trisno mengusulkan agar koalisi masyarakat sipil untuk mengkondisikan publik agar sejalan. Menurut Trisno koalisi ini perlu untuk menggalakan diskusi-diskusi ke akar rumput. “Kalau bisa sampai dibahas di Bahsul Masail dan di pesantren-pesantren,” ucapnya.

Perbincangan dari pukul 10:00 hingga 12:30 nampak terasa singkat. Tawa acapkali mengisi pertemuan kali ini. Joke-joke tak jarang dilontarkan Choki dan Trisno.

Selain dihadiri kalangan aktivis, rapat kali kedua ini terasa cukup spesial. Pasalnya, pendiri ICRP Pak Djohan Effendi juga turut ikut dalam pembahasan RUU PUB ini. Padahal sosok yang telah malang melintang mendorong upaya perdamaian antar umat beragama ini secara fisik sudah benar-benar lemah. Namun, semangat Pak Djohan nampaknya belum pudar.

979 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

thirteen − 9 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>