(kanan) Imdadun Rahmat

Komnas HAM : Indonesia Hadapi Ledakan Intoleransi

JAKARTA, ICRP – Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat menyatakan bangsa Indonesia tengah menghadapi ledakan intoleransi. Demikian disampaikan Imdadun Rahmat dalam seminar bertajuk, “Potret Buram Kebebasan Beragama Berkeyakinan dan Beribadah di Indonesia” yang diselenggarakan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).

Imdadun Rahmat atau yang lebih akrab disapa Imdad meyakini perlakuan umat beragama terhadap truth claim tiap agama menjadi salah satu motor penyebab ledakan intoleransi. “Problemnya adalah mendaku benar sendiri yang overdosis. Klaim kebeneran ini dipakai untuk memusuhi orang lain,” sesal Imdad.

Bukan hanya konflik antar umat yang berbeda agama, Imdad pun menyoroti terjadinya konflik di dalam internal agama. “perbedaan mazhab di antar satu agama yang dulu memudar, kini bangkit lagi. lalu di kelompok agama juga muncul semangat purifikasi,” ungkap Imdad.

Sosok yang menjabat wakil sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menolak pandangan bahwa salah satu agama menjadi satu-satunya aktor pelaku kekerasan dalam kebebasan beragama. Hal ini, sambung Imdad, terbukti dengan adanya beberapa temuan kasus seperti di sulitnya pendirian sebuah mesjid di Batu Plat NTT atau pendirian rumah ibadah Parmalin di Sumatera Utara yang mayoritas kristen.

Imdad meyakini penyebab adanya pluralitas aktor kekerasan dalam kebebasan beragama karena adanya mayoritarianisme di tiap region di tanah air. “Sindrom mayoritarianisme ini juga menular ke mayoritas di regional lain,” kata Imdad.

Kondisi demikian, lanjut Imdad, diperburuk dengan munculnya semangat para politisi untuk menggunakan agama sebagian jualan politik. Imdad meyakini politisasi agama menjadikan bibit-bibit konflik semakin menguat. “Perda berbau agama cenderung mempersekusi agama yang lain,” tegas Imdad.

Akankah pemerintahan Jokowi-JK merealisasikan NAWA CITA yang salah satu isinya menyatakan secara eksplisit persoalan keberagaman merupakan masalah yang mendesak untuk segera diselesaikan?

868 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 × five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>