imdadu rahmat1

Kekerasan Agama Tinggi, Komnas HAM Kecewa RUU PUB Tidak Masuk Prolegnas

Jakarta, ICRP – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), M Imdadun Rahmat, menyatakan kekecewaannya terkait ditolaknya Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB) untuk masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2015.

“Beberapa waktu lalu kami telah bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dan beliau berjanji akan menerbitkan konsep RUU PUB pada Maret 2015. Namun setelah kami menindaklanjuti ke DPR, ternyata RUU tersebut tidak masuk dalam prolegnas dan kami sangat kecewa,” ujar  Imdadun Rahmat, di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Selasa (7/4).

Imdadun menegaskan, tidak masuknya RUU PUB dalam prolegnas menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dan DPR terhadap kekerasan atas nama agama.

“Kekerasan demi kekerasan yang terkait hak beribadah dan berkeyakinan tidak bisa mengetuk kepedulian dari para pemimpin nasional. Seharusnya permasalahan ini tidak bisa berlarut-larut,” tuturnya.

Komnas HAM menegaskan akan terus ikut dalam penyusunan UU PUB dengan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak terkait yang pada akhirnya akan disampaikan kepada pemerintah dan DPR.

Laporan tiga bulanan desk kebebasan beragama dan berkeyakinan Komnas HAM tahun 2015, mencatat, ada beberapa pelanggaran terkait agama dan keyakinan yang masih ditangani pada periode Januari-Maret 2015.

Kasus-kasus tersebut antara lain pelarangan penggunaan Mushola As Syafiiyah di Denpasar, penghentian pembangunan Masjid Nur Musafir Batuplat, penyegelan Masjid Ahmadiyah di Sawangan, Depok, kekerasan di Mesjid Az Zikra, Sentul, Bogor serta pelarangan penggunaan Masjid Ahmadiyah di Banjar, Jawa Barat.

870 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

seventeen + eighteen =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>