Prof. Gunawan Tjahjono (kiri)

Intoleransi Menguat, Religious Studies Dianggap Mendesak

JAKARTA, ICRP  : Dalam bedah buku “Perjalanan menjumpai Tuhan” ketua umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP),  Ulil Abshar Abdalla mengungkapkan kekhawatirannya. Pasalnya, Ulil melihat masalah intoleransi  di Indonesia kian serius. “sekarang kecenderungan (intoleransi) semakin meningkat. Daftar orang yang dimusuhi karena persoalan keyakinan juga makin banyak. Ini ancaman sosial serius kalau tidak diatasi sosial fabric kita bisa hancur,” tegas Ulil di hadapan peserta diskusi di secretariat ICRP, Jalan Cempaka Putih Barat XXI no. 34, Kamis (23/4). Dalam diskusi yang juga dihadiri oleh tokoh Ikatan Jemaat Ahlul bait Indonesia (IJABI), Ulil mengaku cukup frustasi dengan perkembangan dewasa ini.

“Sekarang yang jadi sasaran kebencian adalah komunitas Syiah. Ini pasti akan bergerak terus. Masyarakat kita mudah sekali dikobarkan sentimen kebencian semacam ini,” ujar Ulil. Sekarang ini, Ulil menambahkan orang untuk berpikir yang berbeda dari mainstream kian takut. Kondisi demikian, bagi Ulil, merupakan situasi yang buruk karena merupakan tanda derajat toleransi kian menurun. Inisiator Jaringan Islam Liberal (JIL) ini menduga besarnya arus intoleransi sekarang tidak mampu diurai dalam waktu yang singkat.

Karena itu, Ulil menduga melawannya lewat cara-cara hukum semata tidak akan menghasilkan dampak yang diharapkan. “Pencegahannya tidak bisa sekadar UU. Menurut saya pertarungan yang sesungguhnya ada di arena sosial,” kata menantu Gus Mus ini. Pada kesempatan siang itu, Ulil mendorong aktivis lintas iman untuk menciptakan ruang-ruang baru untuk berdiskusi.

“Kita perlu memperbanyak forum untuk mengatakan why” pungkasnya. Selain Jalaludin Rakhmat, juga turut hadir agamawan katolik Frans Magnis Suseno, tokoh kapribaden Retno Lestari, dan rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)  Prof. Gunawan Tjahjono, M.Arch., Ph.D. Pada kesempatan ini, Prof. Gunawan mengakui studi agama-agama memang perlu dikembangkan di banyak kampus-kampus untuk mengurangi kecurigaan antar masyarakat yang majemuk ini.

Sebagai informasi buku “Perjalanan Menjumpai Tuhan” ini merupakan kumpulan tulisan dari mahasiswa-mahasiswa UPJ yang mengambil matakuliah religious studies. Matakuliah yang merupakan hasil kerjasama  antara UPJ dan ICRP ini mengusung sistem yang berbeda dari banyak kampus-kampus lainnya. Pasalnya, semua mahasiswa diperkenalkan agama-agama yang ada di Indonesia.

Dalam salah satu sesi kuliah, para peserta didik diajak berkunjung ke rumah-rumah ibadah. Dalam salah satu pertanyaan singkat pada ketua umum ICRP, Ulil tentang bagaimana jika sistem pembelajaran agama di sekolah-sekolah demikian “Kalau studi agama di sekolah-sekolah seperti yang diterapkan di UPJ, saya nyatakan JIL sebagai institusi dibubarkan,” canda Ulil.

1.923 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

4 × 1 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>