ISIS

Tiga Gadis Inggris Diburu ISIS

Tiga gadis asal Inggris dilaporkan tengah dalam pelarian dari ISIS. Diduga ketiga gadis ini merupakan pelajar dari London yang kabur pada awal tahun 2015.

Sebuah tim pemantau tak resmi di akun sosial facebook bernama Mosul Eye menyatakan bahwa kelompok teroris paling mengerikan ini tengah memburu ketiga pengantin yang kabur setelah dinikahkan dengan militant ISIS. Ketiga gadis yang berumur sekitar 16 tahunan ini tenga dalam pencarian ISIS. Namun,  laman ini lebih lanjut menuliskan bahwa identitas ketiga gadis ini belum diketahui.

Diduga kuat ketiga gadis ini adalah Shamina Begum dan Amir yang berumur 15 tahun dan Kadzina Sultana yang setahun lebih tua. Ketiga gadis ini meninggalkan Bethnal Green pada Februari 2015.

Bulan lalu ketiga gadis ini dikabarkan tinggal di Raqqa. Namun sebagaimana diketahui bahwa Raqqa ke Mosul hanya butuh enam jam perjalanan. Pihak keamanan dan polisi meyakini informasi ini.

Mosul Eye yang mendaku sebagai seorang blogger di Irak membuat sebuah laman untuk menginformasikan apa saja yang terjadi di Mosul pada dunia dari menit ke menit. Informasi yang disebarkan oleh Mosul Eye berasal dari seorang sejarawan yang tinggal di Mosul.

Sejarawan yang tak mau diekspos publik ini menentang ISIS. Ia menuliskan detail-detail peristiwa dalam bahasa Inggris dan Arab mengenai kegiatan-kegiatan ISIS, eksekusi mati warga sipil dan dampak yang dialami ISIS dari serangan udara.

Tertanggal 2 Mei, Mosul Eye memposting : “Tiga gadis (Inggris) yang dinikahkan dengan jihadis ISIS, dilaporkan menghilang, ISIS mengungumpakan kepada seluruh orang untuk mencari mereka. Diyakini ketiga gadis ini telah kabur.

Dalam postingan berikutnya Ia melanjutkan : “Kabar terbaru yang saya dapat tentang mereka yakni bahwa ketiga gadis ini masih dalam pelarian namun belum keluar dari Mosul. ISIS masih tetap memburu mereka namun belum sanggup untuk menangkap ketiga gadis ini”

“mereka gadis asal Inggris, bukan imigran, dan mereka masih sangat muda (sekitar 16 tahun). Ini saja yang saya ketahui mengenai mereka”. Shamima, Amira dan Kadiza merupakan pelajar dari Bethnal Green Academy. Mereka berangkat ke Turki awal tahun ini sebelum menuju ke perbatasan Suriah.

.

sumber : the telegraph.co.uk

1.324 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

two + 16 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>