HTI

Gelombang Anti HTI Menguat di Makassar dan Kota Kembang

Gelombang penolakan terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mulai bergema di beberapa daerah. Semangat perlawanan terhadap kelompok anti NKRI ini tergambar dari apa yang dilakukan beberapa ormas di Makassar dan di Bandung.

Di Kota Kembang penolakan terhadap kelompok radikal transnasional ini disuarakan oleh ‎​Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kota Bandung. Menariknya penolakan ini tepat diselenggarakan saat HTI tengah menyelenggarakan rapat dan pawai akbar (RPA). Sontak saling adu pengeras suara pun bergema antar kedua kelompok ini.

Korlap Pagar Nusa Saefudin Z.H, menuturkan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU memandang Islam sebagau agama yang mewajibkan umatnya untuk membentuk sebuah pemerintahan dan menegakan hukum agar tidak terjadi chaos. Namun, katanya, Islam tidak menunjuk satu bentuk negara dan sistem pemerintahan tertentu.

“Bagi Islam, negara dan pemerintahan dianggap sah bukan karena bentuknya, tetapi sunstansinya,” katanya, kamis (14/5)

Ia menambahkan berdasarkan khazanah sumber hukum dan sejarah Islam, agama Islam memberi wewenang penuh kepada umatnya untuk mengatur dan merancang sistem pemerintahan sesuai kondisi zaman, tempat dan kesiapan pranatanya.

“Dengan demikian, memperjuangkan tegaknya nilai-nilai substansif ajaran Islam seperti keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran dalam sebuah bentuk apapun negara jauh lebih penting daripada memperjuangkan tegaknya simbol-simbol negara Islam yang bersifat partikular,” ujarnya.

Sementara itu di Makassar, suara penolakan terhadap HTI digemakan oleh Ansor NU setempat. Dalam rilis Ansor NU Makasar (12/5) menegaskan bahwa HTI merupakan organisasi makar yang menentang NKRI. Rilis ini disampaikan merespon rencana HTI di Makassar yang akan menyelenggarakan acara di lapangan Karebosi.

Ansor NU mendesak pemerintah untuk membatalkan acara yang diselenggarakan kelompok radikal itu. Sekretaris GP Ansor Makassar Ahmad Ahsanul Fadhil meminta pihak kepolisian untuk tidak menerbitkan surat izin pelaksanaan kegiatan rapat dan pawai akbar tersebut.

“Kegiatan ini jelas merupakan bentuk perlawanan terhadap ideologi Pancasila. GP Ansor Makassar menolak keras kegiatan ini. Kami telah mengirimkan surat resmi ke pihak kepolisian sebagai pertimbangan untuk mengeluarkan izin,” kata Ahsan dalam rilisnya, Selasa (12/5).

“Konsep Khilafah yang digaungkan oleh HTI adalah bentuk makar terhadap ideologi Pancasila. Pemerintah harus mengambil tindakan tertentu. Pancasila sudah final,” tegasnya.

sumber NU.or.id dan tribunnews.com

2.086 views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

6 − three =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>